Pranala.co.id (DPRD) – Masa sidang ke 3 Tahun  2019/2020, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Gorontalo serap aspirasi saat melangsungkan reses di Kelurahan Tanjung kramat Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo.

Menariknya rakyat yang tinggal dipesisir pantai  itu rebut kesempatan sampaikan aspirasinya kepada Aleg terkait kebutuhan air bersih yang tidak pernah ada solusi hingga sekarang. (10/7/2020).

Iswan Pakaya, Selaku Kelompok Nelayan mengatakan, selama 10 tahun warga tanjung kramat tidak mendapatkan air bersih yang real dari kampung tersebut.

“Kebutuhan air bersih  sejauh ini, kami hanya mendapatkannya air tersebut dari kelurahan Bongo, perolehan air itu tidak serta merta secara gratis, melainkan , warga setempat harus membelinya dengan kisaran harga  Rp.60 ribu untuk mendapatkan 1.300 liter air yang ditampung melalui gallon- gallon.” Tuturnya.

Iswan juga mengatakan, jika air di kelurahan Bongo macet terpaksa warga tanjung kramat harus mendapatkan air melalui keluraha Pohe, hanya saja pengambilan air tersebut sesuai jadwal yang ditentukan.

“Ketika bukan jadwal pengambilan air, terpaksa warga harus bersabar hingga mendapatkan giliran atau jadwal  pengambilan air bersih tersebut. Keluhan ini berulang kali kami sampaikan kepada anggota dewan sebelumnya, namun hingga hari ini tida ada realisasi, mereka hanya dating saat pencalonan dan data lagi untuk pencalonan ke dua kalinya.” Jelasnya.

Sementara itu,  Lurah Tanjung Kramat, Arfan Botutihe mengatakan,pihaknya  berharap kepada Anggota Legislatif Provinsi gorontalo untuk dapat membantu para nelayan guna mendapatkan air bersih sebagai kebutuhan mereka setiap harinya.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Anggota DPRD Provinsi gorontalo  dini hari yang masih memperhatikan aspirasi – aspirasi warga di kelurahan tanjung kramat, semoga berbagai keluhan para nelayan bisa di perjuangkan hingga terealisasinya air bersih dikelurahan ini.” Pintanya.

Reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo di Kelurahan Tanjung Kramat.

Sementara itu, Adhan Dambea, selaku anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, sebagai perwakilan rakyat dirinya akan terus memperjuangkan aspirasi yang disampaikan para nelayan di kelurahan ini.

“Setelah reses, keluhan ini akan b saya bicarakan dengan  badan anggaran  termasuk akan menyampaikan hal ini  ke Gubernur Provinsi Gorontalo untuk dapat memberikan mesin air kepada mereka, sehingganya masyarakat bisa menyaring air yang berasal dari laut hingga menjadi air tawar dan siap digunakan masyarakat setempat dalam melangsungkan aktivitasnya.” Tegas Adhan Dambea