Pranala.co.id, Limboto – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo tampil memukau pada kegiatan Seminar Hari Statistik Nasional (HSN) yang dilaksanakan Badan Pusat Statitistik (BPS) Provinsi Gorontalo. Pada kegiatan seminar yang bertajuk, Menuju Indonesia dengan SDM Unggul dan Data Kependudukan Berkualitas.

Menariknya, Bupati Nelson Pomalingo  yang juga dikenal luas sebagai Deklarator Provinsi Gorontalo tersebut, membawakan materi bertemakan, Peran Negara dalam Meningkatkan Kualitas SDM.

Dalam pemaparannya, Bupati Nelson Pomalingo menjelaskan berbagai hal yang terkait persoalan data dan hubungannya dengan peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Saat ini dan ke depan, peran BPS sangat penting dalam menyajikan berbagai data yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembangunan, khususnya pembangunan SDM yang unggul.

Data yang berkualitas ungkap mantan Rektor UNG ini, harus memenuhi 3 aspek penting yakni, akurasi data atau data yang akurat, keterbukaan data dan analisis data.

“Ketiga aspek itu memiliki hubungan dan keterkaitan yang sangat erat dan harus tersaji secara gamblang untuk selanjutnya menjadi sumber referensi bagi pemerintah dalam melakukan perencanaan program pembangunan.” Tuturnya. Kamis (26/9/2019)

Lanjutnya, Selama ini, Indonesia masih menghadapi persoalan data yang terkadang tidak akurat, tidak sinkron atau berbeda antara instansi yang satu dengan instansi yang lainnya. Demikian juga, data yang disajikan terkadang tidak diikuti oleh analisis data yang memadai sehingga menyulitkan pemerintah dan masyarakat lainnya, dalam memperoleh data dan informasi yang lebih mendalam.

“Hal ini ke depan tentunya perlu dirumuskan solusi, agar sajian data di Indonesia semakin berkualitas dan pembangunan di Indonesia juga akan berkualitas.” Jelas Nelson.

Sementara itu, terkait pembangunan SDM di Provinsi Gorontalo, Bupati yang juga Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo ini menjelaskan, dari berbagai indikator yang telah dicapai selama ini, kualitas SDM di Gorontalo mengalami kemajuan yang cukup signifikan, meski masih perlu ditingkatkan di masa-masa mendatang. Salah satunya, dapat dilihat dari berbagai perkembangan Perguruan Tinggi (PT) di daerah ini yang sebelumnya hanya 6 PT kini telah mencapai 18 PT.

Bupati Gorontalo itu menambahkan, Indikator lain dapat dilihat dari perkembangan Human Indeks Development (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gorontalo yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Demikian juga dengan Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk pendidikan dasar dan Pendidikan menengah.

Standar SDM yang unggul, dapat diukur dari 3 faktor penting yakni, kompetensi, produktif dan memiliki semangat bekerjasama atau berkolaborasi dalam sebuah tim atau networking, termasuk di dalamnya mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi.

Hanya saja, Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan, diantaranya lembaga pendidikan di negeri ini masih lebih dominan melahirkan SDM intelektual dibandingkan dengan SDM yang berkompetensi dan memiliki skill atau keterampilan yang memadai.

Padahal SDM yang unggul, adalah mereka yang mampu berdaya saing, memiliki semangat dan mampu menangkap peluang yang ada.

Ke depan menurut Nelson, untuk menghasilkan SDM yang unggul, maka konsep dan paradigma pendidikan harus lebih banyak bertumpu pada pendidikan vokasional, skill atau keterampilan dan pendidikan karakter.

“Model pendidikan ke depan harus mampu menyatukan kedua aspek itu. Skill dibutuhkan, agar seseorang memiliki daya saing, mampu masuk di dunia kerja, dan dunia usaha dalam mengembangkan potensi di sekitarnya. Sementara karakter sangat terkait erat dengan semangat, kegigihan dan mental untuk maju dan berkembang” tandasnya.

Penulis : Risman Taharudin