Pranala.co.id (Limboto) – Arah baru Kab. Gorontalo menuju perubahan dan kemajuan yang dicta-citakan bukan sekadar wacana. Hal itu terjadi berkat terobosan-terobosan baru yang terus menghentak relung-relung dinamika kehidupan masyarakat dalam 3 tahun terakhir dibawah kepemimpinan Nelson Pomalingo.

Secara lebih spesifik dan patut diapresiasi adalah upaya dan kerja keras Pemerintah Kab. Gorontalo yang terus melakukan lobi-lobi dan pendekatan dengan pemerintah Pusat untuk mengucurkan aliran dana ke Kab. Gorontalo telah membuahkan hasil. Diantaranya dapat dilihat dari peningkatan jumlah anggaran pembangunan (APBD) di Kab. Gorontalo dari tahun 2017 yang hanya Rp. 1.2 Trilyun meningkat menjadi 1,5 trilyun pada semester pertama tahun 2018 atau mengalami peningkatan Rp. 300 milyar dan pada APBD-P meningkat lagi menjadi Rp. 1.6 Trilyun. Tidak hanya itu saja, Pemerintahan Kab. Gorontalo dalam kurun waktu 3 tahun lebih mampu membangunkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan peningkatan arus investasi ke Kab. Gorontalo. Jika tahun 2016, investasi di Kab. Gorontalo hanya senilai Rp. 150 milyar, tahun 2018 meningkat menjadi Rp. 1.8 trilyun atau naik hampir 12 kali lipat. Keberhasilan Pemerintah Kab. Gorontalo dalam mendorong masuknya investor ke daerah menjadi salah satu bukti bahwa Pemerintahan Bupati Nelson Pomalingo mampu memenuhi himbauan dan harapan Presiden Joko Widodo yang menghendaki agar Daerah-daerah di Indonesia mampu mendorong tumbuhnya investasi,

Demikian juga dengan PAD di Kab. Gorontalo, jika tahun 2015 hanya sekitar Rp. 113 milyar maka dalam 3 tahun meningkat menjadi Rp. 199 milyar pada tahun 2018. Arah baru Kab. Gorontalo yang membangkitkan optimisme lagi adalah penurunan angka kemiskinan dari tahun 2015 mencapai 22 persen, pada tahun 2018 turun menjadi 18 persen lebih. Yang patut diapresiasi lagi adalah, semangat kebepihakan Pemerintah Kab. Gorontalo terhadap masyarakat miskin yang selama ini tinggal di gubuk-gubuk reot, kini sudah bis amenikmati Rumah Layak Huni (Mahyani). Hingga tahun 2019, Pemerintah Kab. Gorontalo telah mempersembahkan hampir 8 ribu unit Mahyani dan ditargetkan tahun 2021 hingga mencapai 10 ribu unit. Jumlah tertinggi di Provinsi Gorontalo tentunya.

Keberhasilan lainnya yang memunculkan optimisme adalah trend peningkatan produksi pertanian yang terus meningkat. Dengan kata lain, Kab. Gorontalo merupakan salah satu daerah di Provinsi Gorontalo yang mampu berkontribusi terhadap upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi jagung untuk diekspor ke luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan nilai ekspor jagung dari Gorontalo ke negara tetangga Philipina sebesar 1,5 juta ton jagung yang dilepas langsung oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman pada Februari 2018 lalu di Pelabuhan Gorontalo. Program kedaulatan pangan yang dicetuskan Pemerintahan Bupati Prof. Nelson ternyata mulai membuahkan hasil. Hal ini dapat dilihat dari tingkat produksi Jagung di Kab. Gorontalo yang meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai contoh untuk tahun 2016 produksi jagung hanya sekitar 300 ribu ton, pada tahun 2017 meningkat menjadi 476 ribu ton, atau terjadi peningkatan sebanyak 50 persen. Selain itu, terjadi pula peningkatan produksi padi hingga mencapai angka 7,36 persen. Itulah sekilas gambaran betapa, Pemerintah Kab. Gorontalo tengah berada di jalan yang benar dalam mewujudkan Kab. Gorontalo gemilang di masa-masa mendatang.

 

Laporan : Ali MobiliU