Pranala.co.id (Limboto) – 95 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pemilihan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Kabgor resmi dilantik Komisi Pemilihan Umum (KPU)
kabupaten Gorontalo (Kabgor) di Damhil Hotel Kota Gorontalo. Sabtu (29/2/2020).

Dari pantauan Prana, Menariknya 95 Anggota PPK Kabgor didominasi oleh para lelaki dengan jumlah 67 orang, sementara untuk perempuan berjumlah 28 orang, serta keseluruhan PPK kenakan stelan hitam termasuk songkok dan jilbab.

Ketua KPU Kabgor, Rasyid H. Sayiu dalam sambutannya mengatakan, terhitung sejak maret PPK harus siap stand by dalam sekali 24 jam. “Karena sudah janji akan bekerja sepenuh hati dan bertanggung jawab sehingganya tidak ada alasan untuk tetap standby.” Tuturnya.

Rasyid menegaskan Sebagai penyelenggara pemilu yang administratif, PPK harus bisa menempatkan diri dalam konflik serta tidak mencoba – coba melakukan penafsiran.

Lanjutnya, .Dalam mensukseskan penyelenggaraan pemilihan Bupati/Wakil Bupati tentunya penyelenggara harus Bekerja secara profesional jujur dan adil, serta harus menanggalkan background organisasi yang memiliki kepentingan lain.

Lebih lanjut Ketua KPU mengatakan sebagai penyelenggara tentunya harus berintegritas dan beretika. untuk menciptakan ke 2 hal tersebut antaralain tentunya harus berpegang pada peraturan perundang – undangan serta mematuhi kode etik penyelenggara pemilu.

“Untuk menegakkan integritas tentunya harus akuntabel dan dapat bertanggung jawab sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku.” Tandasnya.

Selaku perwakilan Bupati Gorontalo, Staf ahli Setda bidang SDM, Dr. Zainal Abidin Umar menambahkan, permohonan maaf sebesar – besarnya, ketidak hadiran Bupati karena masi dalan pelaksanaan tugas di luar daerah.

Dalam rangka mencapai target pemilu tentunya tidak lepas dari trias politikal, serta tentunya harus melihat pengetahuan yang dimiliki oleh perangkat

“Pemilihan PPK tentunya melalui KPU, bersyukur yang telah terpilih, para peserta tentunya terpilih bukan karena persoalan lainnya melainkan dilihat dari Skil dan kecerdasan emosional.” Tuturnya.

Akhir saambutannta, Dr Zainal mengatakan, Tugas PPK tentunya melakukan pembaharuan data, karena data ini merupakan sesuatu yang signifikan dalam rangka mengambil satu keputusan.
“Jangan ada pilih kasih dalam pelayanan, setiap pertemuan harus ada komunikasi.” Tutupnya.