Pranala.co.id (Limboto) – Mahasisiwa Pecinta Alam Mohuyula Universitas Muhammadiyah Gorontalo, lakukan aksi sosial dalam rangka pemutusan mata rantai Mewabahnya Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Gorontalo.

Hal itu diketahui kehadiran aktivis lingkungan hidup yang sering di sebut Mapala, terjun ditengah – tengah masyarakat, guna melakukan aksi penyemprotan disinfektan ketiap – tiap rumah warga yang berada di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Mapala Mohuyula UMGo, Rahmat Dani Buloto (RDB) menuturkan, pemutusan mata rantai Covid-19, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak termasuk mahasiswa sebagai kaum intelektual yang andilnya juga dibutuhkan dalam keragaman bangsa termasuk pencegahan virus tersebut.

“Tidak Hanya mengkritik, kita juga harus turun ke lapangan. Kita juga patut mengambil Peran dalam pencegahan serta pemutusan rantai wabah covid-19. Karena saat ini realisasi dilapanganlah yang sangat dibutuhkan masyarakat.” Kata RDB saat diwawancarai usai giat tersebut, Sabtu (18/04/2020) saat wawancarai.

Penyemprotan Desinfektan dilingkungan masyarakat. Photo :Ist

Sebagai aktivis lingkungan, RDB juga menjelaskan, Kegiatan penyemprotan Disinfektan tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia berharap Virus ini bisa segera berakhir agar situasi kampus bisa kembali normal seperti biasanya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Pentadio Timur atas bantuan alat dan bantuan tenaga dari kelompok Pecinta Alam (KPA) cakrawala kabupaten Gorontalo

Sementara itu secara Terpisah, Pendamping Kegiatan pengabdian Masyarakat sekaligus dosen Fakultas Sains dan teknologi UMGo, Ivan Taslim mengatakan kegiatan tersebut merupakan Sumbangsih UMGo dalam bentuk pengabdian kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa sebagai kaum intelektual ke masyarakat

“Ada banyak sumbangsih yang dilakukan, Setidaknya gerakan seperti ini bisa menjadi inspirasi untuk para mahasiswa di kampus lain agar bersama peduli dalam kondisi yang sekarang dialami oleh seluruh negara di dunia.” Tandasnya.