Pranala.co.id- Bupati Kabupaten Gorontalo menghadiri dan memberikan arahan, saat penyerahan bantuan kepada Nelayan Danau Limboto, tepatnya di Dinas Perikanan, Senin (14/09/2020).

Menariknya, Berbagai bantuan  yang diserahkan Pemda Kabupaten Gorontalo kepada para nelayan diantaranya, berupa Kapal Fiber perairan umum sebanyak 14 Unit, Jaring Insang Perairan umum sejumlah 160 unit, Cool Box 25 Unit, serta Styrofoam 1142 unit. Penerimaan dilangsungkan di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo

Bantuan Kapal Fiber diberikan kepada 14 orang, bantuan Jaring Insang Perairan untuk 80 orang, Cool Box untuk 25 orang, dan untuk bantuan Styrofoam untuk 595 orang.

Bupati Kab. Gorontalo, Nelson Pomalingo menyampaikan, bantuan-bantuan yang diserahkan oleh Pemda Gorontalo tersebut, adalah wujud kepedulian terhadap pedagang maupun nelayan yang berada di pesisir Danau Limboto, di sisi lain, itu juga sebagai upaya membangkitkan kembali ekonomi masyarakat, daerah bahkan nasional.

“ Bantuan-bantuan ini kalau ada masalah (rusak-red), tolong dilaporkan. Contohnya, kalau ada perahu yang tidak sesuai, dilaporkan. Supaya kita evaluasi,” ujar Bupati Kab. Gorontalo Nelson Pomalingo

Bupati Nelson Pomalingo juga meminta kepada Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo supaya terus mengevaluasi pemanfaatan bantuan itu, Ia berharap, bantuan ini bisa membantu seluruh penerima dalam menaikkan pendapatan.

“ Mohon bantuan ini digunakan dengan baik, dan dijaga supaya dapat dimanfaatkan dengan baik dan dalam jangka waktu yang lama,” tutur Bupati Kab. Gorontalo Nelson Pomalingo.

Kadis Perikanan Bahri Yahya menambakan, anggaran yang di kucurkan melalui Insentif Daerah berjumlah, 700 juta, kemudian untuk Dana Alokasi Khusus tahun 2020 berjumlah, 2,1 Miliar, untuk laut 15 kapal, dan Danau 14 kapal.

” yang menerima Bantuan ini, untuk Batudaa ada tiga Unit, Tabongo ada dua Unit, Telaga Biru satu Unit, dan Limboto ada enam Unit,” ungkap Bahri Yahya Kadis Perikanan.

” Kami dari Dinas Perikanan berharap untuk penerima bantuan ini bisa di gunakan sebaik-baiknya, dan untuk pemulihan ekonomi para nelayan,” tutup Bahri Yahya Kadis Perikanan. (Agung Nugraha)