Pranala.co.id, Gorontalo – Bertandang ke pasar mingguan, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, dibanjiri keluhan pedagang khususnya di Pasar Telaga Desa Hulawa Kecamatan Telaga.

Keluhan para pedagang ini disampaikan saat Bupati dua periode itu dalam kunjungannya ke pasar tersebut, Jumat (30/04/2021).

Salah seorang pedagang dengan lantang menyampaikan keluhannya dengan berkata; kami sudah mentaati penerapan protokol kesehatan, kami sudah memakai masker, jarak jualan kami sudah atur.

“Saat menghadapi jelang idul fitri kami sudah melakukan stok barang jualan, sehingga kalau pasar senggol ditiadakan barang kami tidak bisa terjual. Kami mempertanyakan apakah pasar senggol tetap dibuka atau tidak pak Bupati,” ungkapnya.

Keluhan senada pun terdengar dari semua pedagang Pasar Telaga saat Bupati Nelson Pomalingo baru saja memasuki pasar hingga saat pulang pun para pedagang tetap mempertanyakan soal pembukaan senggol.

Menanggapi keluahan tersebut, Bupati Nelson menyampaikan, selama ini pasar mingguan dan harian diberikan kesempatan. Karena itu, guna memastikan penerapan protokol kesehatan lebih maksimal, dirinya melihat aktivitas dipasar mingguan tersebut.

“Saya lihat jaraknya sudah bagus, begitupun dengan kebersihannya. Bahkan kurang lebih 95 persen baik pembeli maupun pedagang sudah memakai masker,” ujar Nelson.

Lanjut Nelson, patokan dan sampel disini, jika kemungkinan pasar senggol tidak ada, alternatif lain yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Gorontalo, misalnya saja, pasar harian maupun mingguan akan diperpanjang waktu.

“Yang paling penting itu penjualannya, mau kapan waktunya, itu yang kita atur dengan baik,” beber Nelson, yang dijumpai usai kunjungan ke pasar tersebut.

Nelson menyampaikan, pasar mingguan kita perpanjang waktunya. Kalau dapat juga, pasar mingguan itu jangan cuma dua kali atau tiga kali. Sehingga, selama seminggu mulai pekan depan penjualannya dilakukan terus menerus.

Dirinya pun menyampaikan hari ini masih melakukan rapat, kita pun melihat perkembangan sampai hari minggu.
“Senin kita umumkan apakah senggol dibuka atau tidak,” tandasnya.

Editor : Mira

%d blogger menyukai ini: