Pranala.co.id (Gorontalo) – Perayaan lebaran ketupat menjadi momentum masyarakat di tanah air, dalam melangsungkan kegiatan silaturahmi setelah lebaran idul fitri.

Lebaran ketupat adalah satu minggu setelahnya (8 Syawal). Tradisi Lebaran ketupat diselenggarakan pada hari ke delapan bulan Syawal setelah menyelesaikan puasa Syawal selama 6 hari.

Berbagai daerah di indonesia, di tahun – tahun sebelumnya melangsungkan perayaan lebaran ketupat dengan begitu meriah, yang diisi dengan berbagai festival dan lomba – lomba, namun di tahun kali ini hampir seluruh daerah melaksanakan lebaran tersebut cukup berbeda.

Saat ini, kebanyakan Masyarakat di Indonesia melangsungkan lebaran tersebut, dengan cara yang sesederhana mungkin, semisalkan melaksanakannya di rumah saja, hal ini diketahui dalan Menekan laju penyebaran Coronavirus (Covid-19).

Seperti Persatuan Guru Republik indonesia (PGRI) Provinsi Gorontalo, langsungkan lebaran ketupat dengan suasana berbeda, informasi yang dihimpun oleh pranala.co.id, lebaran tersebut dilangsungkan didalam mesjid dan tidak mengundang banyak masyarakat.

Lebaran ketupat yang dilangsungkan di dalam mesjid itu, dalam rangka memanjatkan Doa keselamatan Negeri dan diiringi dengan Barjanji. Minggu (31/5/2020) bertempat Di Mesjid Al – Kalam PGRI Provinsi Gorontalo.

Lukman Kasim Selaku Ketua Panitia mengatakan, Tradisi doa Barjanji ini merupakan salah satu tradisi yang di lakukan Masyarakat Gorontalo setelah Puasa Ramdhan Dan Puasa Syawal dan menyambut kememangan dan keselamatan Negeri.

“Doa ini di pimpin Oleh Ustad Ruli Arkani yang kita mulai dengan Barjanji dan Di tutup doa keselamatan . Setelah itu kita akhiri dengan Silaturahmi bersama Jamaah.” Jelas lukman.

Sementara itu Eduart Wolok Melalui Biro Infokom PGRI menyampaikan, Apresiasi yang sangat mendalam Atas instiatif Tamirul Melaksanakan Agenda tersebut, semoga Kegiataan Ini bisa menjadi Spirit bagi Seluruh kalangan Insan pendidik di Gorontalo, untuk dapat berbuat terbaik bagi Bangsa Negara dan Agama.

” Doa ini juga semoga dapat memberikan keselamatan bagi para pendahulu, pejuang pendidikan, baik yang saat ini dan telah tiada, termasuk yang gugur dalam jalan Fisabilillah.” Tandas Eduart