Pranala.co.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo Komisariat se-lingkungan ichsan unisan melaksanakan basic traning (LK I).

Basic training atau biasa di sebut sebagai latihan kader 1 ini di laksanakan HMI Cab. Gorontalo komisariat Pertanian, Komisariat Fekon, Komisariat Hukum dan Komisariat STMIK ICHSAN

Kegiatan basic training ini di buka langsung oleh ketua umum HMI Cabang Gorontalo.

Arlan selaku Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo mengatakan bahwa basic training HMI harus tetap jalan meskipun bangsa ini tengah dilanda pandemi covid-19.

Alasan sederhananya kenapa kita tetap melaksanakan basic training dalam kondisi pandemi seperti ini, pertama, karena HMI adalah penyuplai utama kader-kader bangsa baik itu sebagai politikus, cendekiawan, ekonom, budayawan maupun konglomerat yang hampir mengisi seluruh lini bangsa.

Kedua, basic training ini dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak,dan menggunakan handsanitizer.

Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo saat Membuka Basic Training LK 1.

Kita tahu bersama bahwa ditengah kondisi pandemi seperti ini sangat mungkin terjadi kerentanan sosial. Kerentanan sosial ini muncul akibat dari produktivitas masyarakat menurun, mata pencarian terganggu, dan munculnya gangguan kecemasan sosial di masyarakat.

Dampak dari kerentanan sosial ini bisa membuat masyarakat menjadi apatis, melakukan tindakan irasional dan tindak kriminal.

Tindakan apatis ini bisa kita lihat pada tindakan masyarakat yang tidak peduli dengan instruksi untuk menjalankan protokol kesehatan.

tindakan irasional seperti tidak sedikit masyarakat meyakini pelbagai bahan obat dan metode pencegahan agar tidak terkena Covid-19 sekalipun belum ada bukti penelitian ilmiahnya, panic buying. Dan yang paling dikuatirkan dari kerentanan sosial atas pandemi Covid-19 adalah tindakan kriminal seperti pencurian, penjambretan, pencopetan, pemalakan, penjarahan, bahkan pembunuhan.

Olehnya lewat basic training ini selain kita memberikan wawasan keindonesiaan dan keislaman, kita menyampaikan betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Dan hal ini adalah bentuk kolaborasi kami dengan pemerintah dalam hal memutus rantai penyebaran covid-19 dan dalam mencipatkan sumber daya manusia indonesia yang berkualitas insan cita.

Lanjut Arlan, HMI Cab.Gorontalo juga berharap pemerintah bisa berkolaborasi dengan elemen mahasiswa terutama organisasi ekstra dalam mencegah penyebaran covid-19. Karena yang kami lihat selamat ini pemerintah dalam memberikan edukasi hanya normatifnya saja.

“Menyampaikan sosialisasi lewat mobil, tentu hal seperti ini hanya di dengar sambil lalu,” Tutupnya.