Pranala.co.id (Kalimantan) – Peluang bisnis kuliner menjadi pilhan banyak orang, usaha ini tentunya dinilai praktis untuk diolah, banyak contoh para pemuda yang berhasil dibidang ini.

Berbisnis kuliner tentunya membutuhkan ketekunan seperti pada bidang bisnis lainnya. Salah jenis usaha yang bisa dipilih dan saat ini laris manis yaitu olahan pisang. Walaupun terdengar sederhana, bisnis kuliner pisang bisa raup omzet yang luar biasa menjanjikan.

Andi Afdol Riskullah Baso atau yang bisasa dikenal dengan sapaan bang Dol’s, salah satu pemuda kelahiran Sulawesi Selatan, yang menekuni usaha ini sejak ia duduk dibangku kuliah pada semester 4, di salah satu kampus ternama di Balikpapan Kalimantan Timur.

Bang Dol’s mengatakan pada pranala.co.id, telah mendirikan usaha olahan pisang, sejak tahun 2018 di balikpapan, menurutnya berbisnis pisang tentu pengolahannya sangatlah muda dengan menjadikannya cemilan – cemilan kekinian.

“Usaha ini saya rintis tidak langsung besar, tentu melewati berbagai proses yang ada, awalnya saya menjual pisang ini berawal dari kos – kosan berbasis online, dengan memasarkan 4 box pisang yang telah diolah menjadi cemilan, dari sisir pisang, untuk perbox saya jual seharga Rp.18.000. setelah 3 bulan menekuni usaha ini, saya mencoba memberanikan diri dengan membuka satu outlet. Seiring waktu berjalannya waktu, saya pun membuka outlet lagi di samarinda, dan ternyata pemasukannya lebih meningkat.” Ungkapnya.

Lebih lanjut pengusaha muda itu mengatakan, awal membuka outlet ini memang ada rasa kepanikan, namun dirinya memasang mental untuk lebih berani dalam berbisnis entah jatuh dikemudian hari, baginya hal itu sudah menjadi Konsekuensi berbisnis.

Dol’s juga menjelaskan, saat ini dengan perkembangan yang drastis, dirinya sudah mampu membeli pisang pertandang dengan menciptakan 7 varian rasa, diantaranya, rasa coklat, tiramissu, grentea, cocowhite, strawberry, cappucino dan Alvocado.

 

Salah satu olahan, Pisang Rasa tiramisu oreo.

“Saya berniat walaupun usaha ini sudah maju kedepannya, saya tetap memasang harga Rp.18.000 perboksnya. Alhamdulillah dari ke 7 varian rasa itu yang paling laris yakni rasa coklat dan tiramissu.” Tuturnya.

Lebih jauh Bang Dol’s mengungkapkan usaha ini sudah menyebar di beberapa wilayah, antaralain, di balikpapan 4 outlet, makassar 2 outlet, Gorontalo 1 outlet, dan di samarinda 1 outlet. Menariknya, peroutlet mampu meraup omset yang bervariasi, hingga puluhan juta.

“Alhamdulillah dengan izin Allah saya mampu menggaji 17 Karyawan untuk seluruh outlet yang ada.” ungkapnya. (3/5/2020)

Karyawan Outlet Oke Pisang, Balikpapan, Kaltim

Sementara itu ia pun menambahkan, Masuknya wabah covid -19 di indonesia, tidak membuat pemuda ini kendorkan semangatnya dalam berjualan.

” Sejak pandemi ini masuk ke indonesia, alhamdulillah outlet – outlet tetap berjalan lancar tanpa ada pengurangan omset dan lainnya, apalagi di bulan puasa ini, kebanyakan orang menjadikan ini untuk cemilan buka puasa, bagi para konsumen yang ingin mencoba 7 varian rasa tersebut tak perlu bersusah – susah karena kita bekerja sama dengan Gofood dan Grabfood.”. Ungkapnya.

Pemuda ini berharap usaha pisang ini dapat berkembang diseluruh indonesia dengan jumlah seribu outlet.

“Kepada seluruh pemuda di Indonesisa saya berpesan untuk tidak takut menjadi seorang pengusaha, karena kita tidak pernah tau usaha mana yang akan berhasil, tentunya siapkan usaha sebanyak mungkin.” Tandasnya.