Pranala.co.id (Limboto) – Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada dibawah standar. Standar yang dipakai sebagai acuan adalah kurva pertumbuhan yang dibuat oleh badan kesehatan dunia (WHO).

Stunting biasanya terjadi karena kurangnya asupan gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih didalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun.

Hal ini juga menjadi perhatian bagi Bupati Kabupaten Gorontalo. Dalam kegiatan “Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Gorontalo”, mengingat Indonesia menempati posisi ke-3 di Asia Tenggara dengan angka stunting terbanyak.

“kita harus evaluasi stunting karena selalu bermasalah ditingkat daerah maupun nasional untuk masa yang akan datang, karna berkaitan dengan anak kerdil yang perkembangan otaknya tidak berkembang dengan baik”, ujar Bupati Nelson Pomalingo saat memberi materi dikegiatan tersebut.

Foto : agung

Dalam kegiatan yang diadakan pada Senin, 13 Juli 2020 pada pukul 13.00 Wita, bertempat di ruang Madani Kantor Kabupaten Gorontalo. Acara ini juga turut dihadiri oleh Sekda Kabupaten Gorontalo yaitu Hadijah U. Tayeb, kepala BAPPEDA bapak Cokro Katili, juga para OPD dan ASN.

Dikesempatan itu juga beliau menyampaikan, di Gorontalo masalah stunting tersebut alhamdulillah dari 23% turun menjadi 10%, dan oleh karena itu kita rancang kembali untuk menurunkan stunting kita yang di 60 lokus. Tahun sebelumnya di 2018 itu 10 lokus, tahun 2019 itu 60 lokus, dan tahun 2020 itu 60 lokus. Tahun depan (2021) target kita akan 75 lokus sisa dari seluruh desa.

 

Penulis : Agung

Editor : Gifari