Pranala.co.id – Menjadi salah satu narasumber untuk sejumlah masukan dari hasil pemikirannya tentang perhelatan pesta demokrasi di Indonesia pada waktu yang akan datang.

Bupati Kab. Gorontalo Nelson Pomalingo, yang saat ini menjadi narasumber kegiatan diskusi pakar sesi III tentang Desentralisasi Politik Pilkada Langsung dan Demokrasi Lokal yang dilaksanakan oleh Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) melalui Zoom Meeting, Rabu (02/06/2021).

“Ada beberapa poin yang saya sampaikan, pertama adalah perlu dibenahi sistem rekrutmen pengkaderan di partai politik (Parpol), Karena di sanalah melahirkan pemimpin-pemimpin,” ungkap Bupati Kab. Gorontalo Nelson Pomalingo di Aula Rumah Dinas Bupati Gorontalo.

Bupati Gorontalo dua periode itu juga mengatakan, supaya pemilihan secara langsung hanya dilaksanakan di wilayah Kabupaten dan Kota.

Sementara untuk Gubernur, proses pemilihan dilakukan melalui DPRD. Alasannya, karena Gubernur merupakan perwakilan pemerintah pusat yang ada di daerah.

“Ini belum berlaku 2024 nanti. Itu nanti 25 tahun ke depan, sambil mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada saat ini,” ujarnya.

Bupati Kab. Gorontalo Nelson Pomalingo juga mengusulkan, agar Pilkada ke depan hanya diikuti oleh calon tunggal, lebih tepatnya tidak ada lagi calon Wakil Bupati atau Wakil Wali Kota.

Salah satu alasannya, setelah menjabat, kadang kala sering terjadi perpecahan antara Bupati dan Wakil Bupati ditengah perjalanan masa jabatan.

“Kedua, hari ini banyak kabupaten/kota yang dimekarkan. karenanya luas wilayah jadi kecil, dan itu dia sendiri (Bupati) bisa,” katanya.

Masukan dan usulan yang disampaikan ini semata-mata untuk jadi bahan diskusi terbuka bagi pihak-pihak terkait dalam melaksanakan pesta demokrasi.

Pewarta : Agung Nugraha

Editor : Mira

%d blogger menyukai ini: