Pranala.co.id (Deprov) – Pemerintah Arab Saudi melakukan penundaan sementara bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umroh di Mekkah dan Madinah selama tenggang waktu yang tidak ditentukan.

Ditundanya pemberangkatan tersebut dibenarkan oleh Mahmud Bobihoe selaku perwakilan dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Gorontalo dalam rapat dengar pendapat bersama anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (03/03/2020)

Jadi untuk mengantisipasi agar jangan sampai pada saat pelaksanaan ibadah haji nanti ada jamaah yang terpapar oleh virus corona ini, sehingganya pelaksanaan ibadah umroh dihentikan sementara.

“Memang sengaja ditunda untuk semua perjalanan umroh, Karena ada kaitannya dengan virus korona ini. Karena kita akan menghadapi pelaksanaan ibadah haji yang jumlahnya lebih banyak daripada jamaah umroh”. Ungkap Mahmud bobihoe saat diwawancarai oleh awak media pranala di ruang rapat dulohupa

Untuk kapan dibukanya kembali perjalanan ibadah umroh ini pihak kementerian agama masih menunggu hasil keputusan dari pemerintah Arab Saudi.

Sementara itu anggota DPRD Provinsi Gorontalo menyarankan kepada dinas yang terkait dengan masalah virus corona ini agar mereka bisa mensosialisasikan serta memberikan pemahaman yang baik pada masyarakat.

“Bapak ibu harus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang ciri-ciri bagi orang yang sudah terkena oleh penyakit ini dan harus membuat kontak person yang bisa di hubungi untuk melaporkannya”. Kata Irwan Berahim selaku anggota komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo itu.

 

(Fajar Abdullah)