Pranala.co.id (Gorontalo) – Coronavirus (Covid-19 ) belakangan ini menghebohkan Dunia akibat penyebarannya. Virus yang saat ini heboh dan berasal dari wuhan, tiongkok adalah novel coronavirus, jenis  virus yang diketahui  tersebut coronavirus baru yang sebelumnya belum pernah ditemukan.

Virus tersebut terus menjadi wabah yang semakin mengegerkan  masyarakat dunia,  termasuk bangsa indonesia  dan terkhusus di Daerah Gorontalo. Masyarakat Gorontalo sangat pula merasakan dampak dari informasi terkait virus tersebut. Hal ini pula menuai tangapan dari salah satu Ustadz di gorontalo.

Haji Haris Hako salah satu Ustadz yang dikenal luas masyarakat Gorontalo itu mengungkapkan, Wabah penyakit atau Virus Corona ini tentunya bukan hanya saat ini terjadi, hal ini terjadi pula di jaman Nabi Muhammad SAW , penyakit yang begitu cepat penularannya, dan menelan ribuan korban jiwa termasuk para sahabatnya haviz Quran dan ahli Ibadah

Saat itu Kata Uztadz, Kepada Sahabatnya Nabiullah Muhammad SAW menyampaikan , janganlah kalian mendekat kepada orang yang lagi terkena virus karena nabi mengetahui  penularan virus tersebut secara cepat,hal tersebut pernah pula terjadi saat nabi membaeat salah seorang tanpa memegang tangannya,  hal ini dilakukannya sebagai bentuk ikhtiar.

Lanjut Haris, dalam kejadian itu Rasulullah SAW pernah bersabda wahai sekalian sahabatku manakala kalian mendengar ada wabah penyakit yang menular disuatu Negeri , maka janganlah kalian memasuki negeri itu, dan manakala wabah penyakit itu ada di Negeri kita, maka janganlah kalian keluar dari Negeri itu. Pesan Nabi ini tentunya  benar – benar menajadi acuan bagi kita masyarakat muslim yang ada di Gorontalo , bahwa kejadian ini bukanlah terjadi dijaman sekarang, namun pernah terjadi sebelumnya.

“virus yang menular ini ibarat kayu bakar, apabila kayu bakar tersebut berkumpul didekat api, maka api itu semakin menjadi – jadi seperti perintah Amar Bin As Radiallahuanhu saat itu, sebagai Gubernur Negeri Sam ia menginstruksikan seluruh penduduk Negeri sam, disebar luaskan semua ke gunung dan tidak diperbolehkan untuk saling komunikasi termasuk berjabatan tangan, karena saat itu sementara darurat bahaya penyakit tersebut. Dan hal itu berhasil, Ibaratnya ketika api tadi dikeluarkan secara satu persatu maka api itu akan padam dengan sendirinya.” Ungkap Ustadz Haris Hako

Lebi lanjut Haris yang juga dikenal sebagai Ustadz Bentor itu mengatakan, Dijaman Nabi, penyakit tersebut dikenal dengan kusta, dijaman Saidina Umar dikenal dengan penyakit Toun, dan dijaman saat ini dikenal dengan nama Corona Virus. Saya sangat merasa bersyukur Pemerintah bergerak cepat mulai dari Presiden RI hingga akar rumput.

“Perlu Kita syukuri, di Gorontalo Wabah ini masih belum terasa dan pencegahannya terus dilakukan oleh pemerintah, ketika hal ini lambat dilakukan maka tentunya dia akan menjadi seperti api tadi, satu orang saja kena, maka ratusan akan ikut kena, sebagai Muballiq saya sangat merasa bangga dengan keseriusan Pemerintah dari jenjang Pusat, Gubernur, Walikota, Bupati  termasuk TNI dan  Polri.  Saya kira instruksi Pemerintah ini sengaja dibuat tentunya untuk kemaslahatan bersama , jika tidak diseriusi maka kita Gorontalo akan sama dengan Negara – negara lain.” Tuturnya. Selasa (24/3/2020) Pukul 23.05 WITA

Ustadz Haris dengan bersedih ia pun menyampaikan hal ini memang sebagai instrumen peringatan dari Allah SWT bagi kita umat islam yang sudah jauh dari perintah – perintahnya, sudah banyak kita di Gorontalo ini yang melupakan Allah, Dulu masyarakat banyak yang beriman, melaksanakan sholat, Ngaji, Dzikir dan lain sebagainya, sekarang sudah banyak yang meninggalkan itu semua, bukan hanya  Gorontalo namun juga umat di seluruh indonesia.

“Siapa tahu dengan hikmah corona ini, saya mengajak seluruh kaum muslimin khsusnya di seluruh Indonesia terlebih kita yang ada di Gorontalo, lebih meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, jika kita tidak mau, maka akan lebih besar lagi Bala yang Allah akan turunkan kepada kita umatnya yang ada diatas dunia ini, mari cobaan ini kita ambil dengan hati yang ikhlas Insya Allah ini teguran untuk kita semua.” Tutup Ustadz dengan penuh haru.

 

(Penulis : Risman)