Pranala.co.id (Gorontalo) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bone Bolango menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh tiga orang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Divisi Hukum Penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Bawaslu Bone Bolango Alti Muhamad dalam konferensi pers di Ruang Sidang Bawaslu, senin (05/10/2020).

Ia menyampaikan, ketiga  aparatur sipil negara  tersebut dinyatakan bersalah  oleh Bawaslu dan hasil kajian yang dilakukan oleh pihaknya akan diteruskan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Kami sudah mengkaji, mengundang para saksi dan pada pokoknya kepada tiga aparatur sipil negara yang masih berdinas di kabupaten bone bolango itu resmi kami nyatakan bersalah” ungkap Alti Muhamad

Lanjutnya, ketiga orang itu adalah IM, LD, dan NT  masing-masing dari mereka ada yang menjabat sebagai Kepala Dinas ada juga menjabat Kepala Bidang di salah satu instansi Bone Bolango

“ASN tersebut dia dari instansi bone bolango yang hari ini menjabat  kepala dinas dan kepala bidang.” ujarnya

Terlebih Alti mengungkapkan, Pelanggaran yang mereka lakukan berbeda-beda yaitu, pertama mengunggah salah satu pasangan calon di media sosial instagram berikutnya memberikan emotikon sudah dalam bentuk gambar pasangan calon yang sudah ditetapkan dan terakhir menyukai unggahan.

“Para ASN tersebut melanggar Undang-undang netralitas ASN dalam Undang-Undang nomor 5, kemudian merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 42 Tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik pegawai negeri sipil.” Tutup Alti Muhamad.

Penulis : Fajar Abdullah