Pranala.co.id – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia Provinsi Gorontalo Obserpasi karya seni  berbahan pelepah Pisang dan Bambu di Desa Tontayuo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo, minggu, (6/9/2020).

Menariknya, Selama ini pelepah pisang identik dengan sampah. Apalagi jika kondisinya sudah mengering, pelepah pohon pisang sering dimusnahkan begitu saja dengan cara dibuang dan dibakar. Namun di tangan remamuda di Desa Tontayuo, pelepah pohon pisang kering justru bisa menjadi bahan karya seni bernilai tinggi.

Saat di temui awak media, Faisal Idrus selaku Ketua Pokdarwis dan Ketua Remamuda di Desa Tontayuo berhasil ‘menyulap’ pelepah pohon pisang kering menjadi aneka ragam lukisan yang cukup memikat. Mulai dari lukisan alam pedesaan lukisan hewan liar, lukisan tokoh-tokoh nasional, dan lainnya.

” Kebanyakan orang ketika melihat pelepah pisang, jelas hal itu menjadi sampah atau dibakar saja, namun di Desa kami, justru pelepah pisang dijadikan sebuah karya seni yang tak kalah dengan lukisan – lukisan pada umumnya.” Terang Faisal.

Hasil karya seni remamuda Desa Tontayuo. foto Agung

Lanjut Faisal, memanfaatkan alat dan bahan seadanya, justru tidak menghilangkan nilai seni dari sebuah lukisan. Lukisan ini hanya bermodalkan pelepah pisang kering, Bambu, Lem, Cat Kalpanis, serta alat seadanya berupa pisau ataupun gunting, dan untuk menciptakan 1 karya seni tidak membutuhkan waktu berminggu – minggu, cukup 1 hari saja lukisan ini siap dipasarkan.

” Karya seni yang kita buat ini, insya allah bisa menunjang SDM di Desa Tontayuo serta mampu memperkenalkan desa tersebut hingga ke berbagai daerah. Dengan dikenalnya karya seni ini oleh banyak pelancong jelas semakin menumbuh kembangkan semangat remamuda untuk membuatnya, kami yakini diluar sana masih banyak yang menyukai hasil ini.,” uangkap Faisal Idrus sebagai Ketua Pokdarwis dan Ketua Rema muda di Desa Tontayuo.

Kreativitas ini telah dilakoni selama satu tahun lamanya yakni sejak awal 2019, dan Alhamdulillah aparat desa sangat mendukung karya seni yang di buat oleh remamuda tersebut.

” Kami berharap pemerintah lebih bisa membantu remamuda di desa ini untuk memperkenalkan  ekonomi kreatif kami sehingga remamuda disini bisa lebih inovatif dan semangat dalam menciptakan karya – karya lainnya.,” tutupnya.