Pranala.co.id (Limboto) – Coronavirus belakangan ini menghebohkan Dunia akibat penyebarannya, Virus tersebut terus menjadi wabah yang semakin mengegerkan masyarakat dunia, dan terkhusus di Daerah Gorontalo. Masyarakat Gorontalo sangat pula merasakan dampak dari informasi terkait virus tersebut.

Menanggapi Hal itu Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gorontalo terus mengantisipasi penyebarannya, dengan Lockdown, serta Work From Home (Bekerja dari rumah) bagi ASN termasuk para pelajar.

Tak hanya itu, Presdium Nasional (Presnas) dan Dewan Mesjid Indonesia (DMI) rencana akan gelar khotmil al-quran sebagai upaya atau ikhtiar dalam rangka mendoakan daerah Gorontalo agar dijauhkan dari bencana atau bahaya wabah Corona.

Hal itu diungkapkan Prof. Nelson Pomalingo selaku Dewan Pembina Presidium The Presnas, do’a bersama yang akan diadakan selama 6 hari mulai hari Selasa, 31 Maret 2020 itu akan dibawakan oleh 7 orang hafidz Al-quran dan 3 orang pendamping lainnya.

“Hal ini dilakukan untuk menolak bala, serta mendoakan indonesia dan Daerah Gorontalo agar bebas dari Bahaya Corona virus tersebut.” Tuturnya. (29/3/2020)

Nelson selaku Dewan Pembina The Presnas mengatakan, keterlibatan relawan pejuang provinsi dalam kegiatan ini semata-mata untuk melindungi daerah dari bahaya penyakit corona.

“Karena sejak awal kita tidak hanya melahirkan provinsi tapi juga bagaimana menjaga dan melindungi provinsi ini dan kita bersyukur sampai hari ini Gorontalo belum dan insha Allah jauh dari corona,” ujar Nelson.

Untuk itu, dalam kondisi saat ini, ia mengajak agar semua pihak bersatu padu dan saling saling rangkul menghadapi masalah Corona ini. Ia mengimbau masyarakat agar berdoa, bahwa penyakit itu didatangkan Allah dan obatnya pun dari Allah.

Lebih lanjut Ketua DMI itu menambahkan, Kunci agar terhidar dari bahaya virus tersebut, tetap tenang, hidup bersih dan sehat, termasuk Ikhtiar melalui usaha-usaha yang seperti telah kita sosialisasikan atau kita masifkan kepada masyarakat baik yang terkait dengan protokol kesehatan dan berbagai hal yang kita lakukan, termasuk memohon Bantuan Allah SWT.

“Doa bersama Insya Allah mengahdirkan 10 ulama dan imam masjid untuk mendoakan masyakarat Indonesia dan Gorontalo, bisa bebas dan tenang menghadapi wabah virus ini. Bertemakan Mengetuk pintu langit memohon rahmat Allah melawan Corona.” Tutur Nelson.

Pelaksanaan doa dan khotmil qur’an ini tentunya pihaknya akam berkoordinasi dengan Polda, Kantor Wilayah Agama dan Pemerintah Daerah setempat.

Kegiatan ini, ungkap Nelson akan dilaksanakan selama 6 hari masing-masing sehari di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Pohuwato, Boalemo, Bone Bolango dan Kota Gorontalo, baik di tingkat kecamatan dan desa. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di mesjid – mesjid.

Namun begitu, protokol kesehatan tetap akan dilakukan, mulai dengan melakukan rapid test, kebersihan dan lain sebagainya. Termasuk pembatasan jumlah masyarakat yang berkunjung.

Sementara, Ir. Hamid Dude sebagai anggota dan pengurus presnas menyampaikan teknis terkait kegiatan doa bersama dan khotmil qur’an yang akan dilaksanakan di 6 kabupaten/ kota di Gorontalo itu, kegiatan ini terinsipirasi dari semangat Presnas untuk mengawal Provinsi Gorontalo.

“Kami melahirkan, menjaga dan mengawal provinsi salah satunya dalam menghadapi virus corona dengan doa dan bacaan al-quran yang akan dibacakan oleh para hafidz terbaik Gorontalo. Ungkap Hamid Dude.