Pranala.co.id – Komoditasi pertanian tanaman porang kini banyak dibudidayakan para petani di beberapa daerah terlebih di Sulawesi Selatan,padahal tanaman ini dulu banyak diabaikan para petani di karenakan belum ada edukasi terkait manfaat tumbuhan tersebut, terlebih tanaman ini dikenal sebagai tumbuhan liar yang hidup dipekarangan.

Tidak hanya sebagai tumbuhan liar yang hidup dipekarangan masyarakat, awalnya porang dengan nama latin Amorphophallus muelleri itu  juga dikenal sebagai makanan ular, ternyata tanaman umbi ini memiliki banyak khasiat dengan serba vitaminnya, bahkan memiliki pasar ekspor yang lagi naik – naiknya diantaranya Jepang, China, Taiwan, dan Korea.

Melihat peluang tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Rahmat Pomalingo mengatakan, tanaman porang ini tentunya perlu dibudidayakan di gorontalo.

“tanaman porang ini memang banyak hidup dihutan dengan suhu yang dingin, di gorontalo sendiri sudah ada yang membudidayakannnya, hanya saja dengan varitas yang berbeda namun memiliki kemiripan, saya juga pernah mengundang konsultan Kementerian Pertanian dari makassar, untuk bagaimana mengembangkan porang ini, kamipun mendapat informasi bahkan itu ada KUR -nya, 50 Juta, kalau tidak salah perhektare dan kami sementara menginventarisir lahan – lahan yang cocok, Prinsipnya kami akan mengembangkan itu kedepan.” Jelas Rahmat

Tanaman Porang. Foto : ist

lanjut Rahmat, di tahun 2021, pihaknya masi sementara menginventarisir lahan -lahan yang cocok di kabupaten gorontalo, tanaman porang ini akan tumbuh jika berada dibawah naungan sehingganya tanaman tersebut sangat cocok dibudidayakan di Kabupaten Gorontalo, di Daerah ini kebanyakan banyak tekagakn jati yang sampai saat ini masi terus terpelhara.

“Daripada tegakan jati tidak  digunakan, kenapa tidak kita budidayakan porang tersebut, bahkan di APBD kami mencoba mengalokasi tanaman porang ini, agar ini menjadi Komoditi baru yang punya prospek kedepan untuk peningkatan kesejahteraan para petani.” ujarnya.

Rahmat Pomaligo juga mengatakan, Pihaknya akan memprioritaskan tanaman porang ini untuk dibudidayakan di Kabupaten Gorontalo, apalagi melihat tegakan jati di Daerah ini cukup banyak, namun kurang dimanfaatkan bahannya, sehingganya dengan adanya pasar ekspor untuk porang maka, kita akan menggantikan produktifitas jati menjadi porang.

Lanjutnya, Setelah kita analisa, komoditi pertanian baru ini, pendapatannya luar biasa, termasuk pandangan para ahli yang pernah di undang oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo, mereka sangat respek tanaman ini di proritaskan pembudidayaan nya di Gorontalo, namun akan tetap dikoordinir dengan baik, tentu Pemda kedepan akan gencar – gencar mensosialisasikan keunggulan dari tanaman ini.

” Kenapa kita alokasikan APBD ke pembudidayaan porang ini , karena sebelumnya tanaman ini sudah dibudidayakan sebelumnya oleh para petani di Batudaa cs, hanay saja masih perlu digenjot dan diberikan edukasi terhadap pemeliharaan termasuk pengelolaannya.” Tandas Kadis Pertanian.