Pranala.co.id, Kabgor – Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Dr. Fory Naway mencanangkan Program integrasi akan dilakukan PKK Kabupaten Gorontalo hingga program ke tingkat desa.

Diantaranya, program bunda PAUD dan Bunda Baca yang ada di tingkat desa masing-masing.

Karena kata Fory Naway, Bunda PAUD dan Bunda Baca ditingkat desa, melekat pada ketua PKK desa.

“Sehingga ketua PKK desa selain mendorong program PKK yang sudah dituangkan pada 10 program PKK tapi juga Ke depan antara program Bunda PAUD dan Bunda Baca akan diintegrasikan dengan metode pembelajaran prioritas literasi,” Kata Fory Naway, saat mengukuhkan Bunda PAUD dan Bunda Baca ditingkat desa se Kecamatan Bilhu dan Bilato, Senin (31/05/2021).

Seperti diketahui, Pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Baca itu diawali dengan pelantikan dan penyerahan SK kepada ketua -ketua PKK desa di dua kecamatan tersebut hasil pilkades tahun 2021.

Ia mengatakan, progam Bunda PAUD begitu banyak sejak periode pertama dirinya menjadi bunda PAUD Kabupaten Gorontalo dan tentunya progam ini terus dilanjutkan. Bagaimana sekolah TK sekaligus PAUD sebagai tanggung jawab desa.

Seluruhnya, tenaga pendidik,baik itu honor maupun abdi adalah tanggung jawab kepala desa. Kecuali SD dan SMP itu tanggung jawab pemerintah di tingkat Kabupaten Gorontalo.

“Nah, istri kepala desa adalah orang yang diberikan tanggungjawab sebagai bunda PAUD dan bertugas menjadi koordinatornya seluruh sekolah dan selalu berkoordinasi dengan seluruh wilayah yang ada di desa termasuk dengan korwil termasuk pengawas sampai tingkat dikbud pada bidang PAUD dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo,” beber Fory Naway.

Fory ingatkan, setiap kunjungannya di desa Bersama pengurus maka sudah pasti menemui bunda PAUD di tingkat desa untuk mencari tahu perkembangan PAUD tersebut termasuk keberadaan sekolah TK.

Saat ini Ungkap Fory Naway, melalui terobosan pemerintah Kabupaten Gorontalo di setiap wilayah kecamatan sudah ada sejumlah TK yang dialih fungsikan menjadi sekolah Negeri.

“Nah, itu yang harus dipahami Bunda PAUD desa yang melekatnya di ketua-ketua PKK desa. Berapa jumlah murid, jumlah tenaga pengajar termasuk kepala sekolah. Inilah tugas dan tanggungjawab yang sudah menerima tongkat estafet yakni selendang bunda PAUD desa,” imbuh Fory Naway.

Fory yang juga selaku pendidik di salah satu perguruan tinggi di Gorontalo itu mengingatkan, terkait program Bunda baca yang juga melekatnya di ketua PKK desa. program prioritas adalah program perpustakaan berbasis desa terus di dorong.

Saat ini, sudah ada sejumlah perpustakaan desa di Kabupaten Gorontalo yang Nasional karena meraih sejumlah prestasi dan penghargaan baik tingkat Provinsi maupun Nasional. Karena itu Fory Naway berharap, bunda Baca agar menggerakkan literasi di desa.

“Ibu-ibu diharapkan menggerakkan Pendidikan literasi di desa termasuk memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak termasuk orang tua untuk didampingi. Dan lagi-lagi ini kolaborasi antara tugas bunda PAUD dan juga sebagai Bunda Baca,” ujar Fory Naway.

Karena itu, Kolaborasi Bunda Baca dengan orang tua juga sangat diharapkan. Sebab, kualitas Pembelajaran yang diperoleh anak-anak disekolah, bukan saja tanggungjawab tenaga pengajar tapi juga ditopang pemberian pendampingan oleh bunda baca maupun bunda PAUD sampai ditingkat keluarga.

“Apalagi saat ini pembelajaran masing sebagian daring dan itu tugas bunda baca maupun bunda PAUD desa untuk mengedukasi warganya untuk selalu berliterasi,” Ungkapnya.

Terkait Program PKK, Fory mengatakan, bahwa program PKK ini juga berkelanjutan periode sebelumnya.

Disamping program hatinya PKK namun tahun ini ada tambahan program terintegrasi dari pusat yakni budidaya tanaman umbi-umbian.

“Sesuai arahan program pusat, diharapkan PKK sampai ketingkat desa membudidaya tanaman umbi-umbian. Permintaan ekspor tanaman umbi-umbian ini sangat tinggi ke Jepang dan Cina. Karena itu Indonesia melalui Menteri pertanian mengingatkan kepada kita semua untuk membudidaya tanaman umbi-umbian sehingga ini menjadi salah satu program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” ucap Fory Naway.

Terkahir ia pun menyentil pentingnya program pelatihan SIM PKK. Pelatihan sistem Informasi manajemen PKK itu sangat bermanfaat bagi pemerintah desa bahkan sampai pada tingkat Kabupaten karena dalam program ini pengurus PKK dapat melaporkan sekaligus mendata secara sistematis suatu informasi di desa sebagai dasar proses pengambilan keputusan.

%d blogger menyukai ini: