Pranala.co.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo Komisariat Fisip dan Fikom Universitas Ichsan Gorontalo, kembali menyelenggarakan Basic Training (Bastra) Latihan Kader (LK) 1. Acara LK1 tersebut berlangsung pada tanggal 22-24 November 2019 di Graha Kahmi, Jl. Taman Ria, Gorontalo. Sabtu (23/11/2019).

Aditya Salote selaku Ketua Panitia mengatakan, Roda perkaderan harus terus berjalan, maka bastra harus terus dilaksankan. Itulah ciri khas organisasi kader HMI. Acara ini merupakan rekruitment yang dilaksanakan kader – kader yang berada dilingkungan Unisan Gorontalo, dalam kolaborasi Komisariat Fisip dan Fikom. Bertemakan, Kembali kepada khitah perjuangan.

“Selama dua hari tiga malam, para kader akan ditempa dengan jiwa kemahasiswaannya dengan materi-materi keHMIan. Diawali dengan acara screaning peserta, lalu forum-forum selanjutnya adalah penyampaian materi yang meliputi: Sejarah HMI, Mission, Konstitusi, dan KMO (Kepemimpinan, manajemen, dan organisasi)”, tutur Aditya Salote

Sementara itu, Ketua Komisariat Fisip Zakaria menambahkan, Bastra ialah kegiatan rutinitas oleh HMI dicabang manapun, yang akan dilaksanakan oleh tiap – tiap komisariat yang bersangkutan. Brtujuan, bagaiamana memberikan pemahaman bagi peserta kader terkait dengan pemahaman Keislaman serta Keindonesiaan.

Terkait dengan tema bastra, kembali pada khitah perjuangan, karena sejak berdirinya sejak 1947, HMI tetap komitmen dan konsisten didalam mempertahakankan kedaulatan NKRI.

Sebelum memasuki Bastra, Zakaria mengungkapkan, para kader HMI melakukan sosialisasi ditiap – tiap fakultas, serta melakukan diskusi – diskusi dan menyebarkan selebaran guna untuk memperkenalkan HMI dimahasiswa,

Mantan Ketua HMJ Ilmu Komunikasi periode 2016 – 2017 itu mengatakan, Komisariat Fakultas ilmu sosia politik dan Komisariat Fakultas Ilmu Komputer, menyelenggarakan secara bersama dikarenakan melihat harus adanya kemitraan dan kerja sama untuk pelaksanaan satu kegiatan.

“Dengan kolaborasi kedua komisariat ini, terdapat 30 orang peserta yang mengikuti bastra ini hingga selesai, bagi kami, untuk HMI tidak melihat banyaknya kuantitas melainkan kualitas, jumlah keseluruhan peserta sebelum screening, berjumlah 60 orang, usai screening peserta yang mengikuti dalam pemahaman dasar hanyalah 30 orang hingga memasuki forum untuk menerima materi” tutur Zakaria.

Zakaria yang juga mahasiswa ilmu komunikasi itu menyampaikan, atas nama ilmu pengetahuan dan kemanusiaan, bastra tetap akan berjalan sebagaimana biasanya, dihimpunan mahasiswa islam, para kader akan terus berjuang sebagaimana awal didirikan dalam mempertahankan kedaulatan NKRI dan mempertinggi derajat umat islam, oleh karenanya afeliasi HMI terdiri dari 2 antara lain, keumatan dan kebangsaan.

Dalam konteks cita – cita pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam satu alinea Undang – undang Dasar, dimana mencerdaskan kehidupan bagsa, Hmi bergerak diruang lingkup itu.

Seluruh organisasi itu ialah wadah untuk berproses, untuk mahasiswa yang belum mengikuti organisasi, karena ada wawasan yang didapatkan diluar daripada proses perkuliahan, untuk meningkatkan serta menunjang kualitas daripada mahasiswa.

“Harapan besar untuk para peserta, bisa mencerna dengan baik proses perjalanan sejarah yaang cukup panjang dan mengambil spirit perjuangan orang – orang terdahulu” Tandasnya.