Pranala.co.id (Gorontalo) – Imigrasi Kota Gorontalo memperkuat layanan pengaduan pembuatan paspor. Layanan pengaduan tersebut diantaranya, berbasis eloktronik dan diumumkan kepada masyarakat melalui sosialisasi pelayanan prima. Hal ini tentunya sebagai wujud transparansi perbaikan pelayanan yang diselenggarakan oleh Ombudsman Perwakilan Gorontalo.

Rangga Putra Yuda, Selaku bidang Tekhnologi Informasi Komunikasi, mengatakan, Imigrasi sangat cepat dan gencar melakukan pelayanan berbasis online, sesuai dengan tuntutan teknologi saat ini. Salah satunya, adalah menanggapi pengaduan, secara online dan melalui website maupun aplikasi yang pertama kali diuji coba pada tahun 2016.

Imigrasi menyarankan kepada masyarakat untuk mendownload aplikasinya untuk memudahkan dalam hal pelayanan pengurusan paspor, termasuk permohonan penggantian ataupun rusak.

“Untuk pelayanan paspor yang hilang tentunya masyarakat harus melaporkan terlebih dahulu kepada pihak kepolisian, dan mengunjungi aplikasi yang sudah disediakan sehingga imigrasi bisa mendatangi yang bersangkutan sesuai antrian yang terdaftar di aplikasi tersebut.” Tuturnya Rabu (23/10/2019)

Dalam pelayanan prima yang diselenggarakan ombudsman, imigrasi melangsungkan pelayanan tanpa melakukan aplikasi apapun.

“Pelayanan tersebut, langsung dilayani di tempat pelayanan prima yang berlangsung di city mal Gorontalo, kami pun sudah menyiapkan alat pembuatan paspor untuk masyarakat, imigrasi tentunya segera melayani masyarakat yang sudah melengkapi berkas pembuatannya dan 3 hari kerja sudah bisa diambil paspornya dikantor imigrasi.” Tuturnya.

Rangga pun mengakui untuk tahun ini kegiatan imigrasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sudah yang ke 6 kalinya, namun akan ditingkatkan lagi di tahun depan.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih mengenal atau lebih tau bahwa pelayanan imigrasi sudah transparan, tentu memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat. Jelas rangga.

Sosialisasi pelayanan berbasis aplikasi. Foto : Risman

Sementara, Indra selaku Asisten Ombudsman RI mengatakan, Ombudsman terus melakukan MoU bersama instansi – instansi atau penyelenggara pelayanan publik, termasuk imigrasi, tentunya untuk saling mempersatukan keinginan.

“Keinginan ombudsman misalkan lebih kepada responsif dari berbagai instansi agar tidak ada penolakan dan segera mendapat tenggapan, nah dari instansi itu apa, sehingganya kita mempersatukan keinginan untuk mewujudkan pelayanan prima” tuturnya.

Lanjutnya, ombudsman mengundang berbagai instansi dalam kegiatan ini tentunya agar berbagai instasi welcome dengan masyarakat dan ombudsman.

” kita tunjukan bahwa kita bukanlah lembaga yang arogan meengawasi mereka, tidak serta merta mereka harus takut dengan kita, ombudsman datang untuk silaturahmi, melihat sejuh mana pelayanan yang dilangsungkan untuk masyatakat, kita hanya mengklarifikasi apakah ada peraturan yabg dilanggar, tetap ombudsman di setiap perwakilan tetap menjalin silaturahmi dengan berbagai instansi” tukasnya.

Indra pun menambahkan, untuk kegiatan serupa, ombudsman menyelenggarakan setahun sekali karena melihat anggaran yang ada.

Indra mengakui kegiatan tersebut sudah yang kesekian kali dilaksanakan ombudsman namun pertama kali dilangsungkan di City Mall”. Tutur Indra.

“instansi – instansi yang di hadirkan dalam kegiatan ini tentunya sebagai sosialisasi kepada masyarakat bahwa inilah instansi yang ombudsman awasi, dan menyampaikan ke masyarakat bahwa merekalah mitra ombudsman bukan lawan” Tutupnya.