Pranala.co.id (Limboto) – Sejumlah 55 warga asal Kabupaten Gorontalo yang tengah menjalani karantina di rusunawa Hitam putih, Universitas Muhammadiah Gorontalo (UMGo) pekan kemarin, dini hari telah dipulangkan ke rumah masing – masing.Rabu,(29/20).

Pemulangan 55 warga yang menjalani karantina juga disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kabgor, Roni Sampir dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19.

Bupati gorontalo, Nelson Pomalingo mengatakan, Sebelumnya, 55 warga yang menjalani karantina telah melakukan Rapid Test terlebih dahulu yang dilakukan dua minggu sebelumnya, Dan sesuai hasil swab tes yang di lakukan beberpa hari kemarin seluruhnya dinyatakan Negatif.

Lebih lanjut Nelson menyampaikan, apanya yang kita lakukan saat ini sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Saudara-saudara kita yang dikarantina bukan hanya peduli dengan diri mereka sendri, namun juga mereka peduli dengan orang-orang yang ada disekitar mereka, sehinggah mereka sabar dalam menjalani karantina selama 14 hari, saya berharap Jika nanti ada yang benar-benar positif Covid-19 dan saudara-saudara kita yang pernah menjalani karantina, jangan di anggap sesuatu, stigma yang negative, bahkan seharusnya meraka diberi semangat,” Tegas Nelson.

Nelson juga menegaskan, Tes seperti ini akan dilakukan terus menerus dan pihaknya akan mengecek siapa lagi yang nantinya akan dites, tentunya orang-orang yang terus berinteraksi dengan masyarakat. Termasuk yang di curigai terutama para pendatang bener-benar kita tes seperti saat ini.

“ Hal ini dilakukan, sehinggah secara dini kita bisa menditeksi adanya penderita covid-19, walaupun baru positif secara rapid test namun itu sudah menjadi gejala yag harus kita akhiri sejak awal,”Jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabgor, Roni Sampir membenatkan, sejunlah warga yang dikarantina memang pada saat rapid tes dinyatakan positif, dan pada saat pemeriksaan swab test dinyakatan negative.

” bisa saja infeksi yang terjadi bukan disebabkan oleh covid-19 tetapi bisa jadi dikarenakan oleh hepatitis, influinsa atau penyakit lainnya, Jadi mereka yang dikarantina tentunya kita buat imun tubuh mereka kuat, hal itu dilakukan dengan cara olaraga dan makan makanan yang bergizi.” Terang Kadikes Kabgor.

 

(Penulis : Nur Aini)