Pranala.co.id (Gorontalo) – Salah seorang politisi senior Kota Gorontalo, hijrah kepartai Nasdem yang dipimpin langsung dr. Charles Budi Doku (CBD) selaku ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Gorontalo.

Menariknya, Mantan Ketua Komisi C DPRD Kota Gorontalo Hais Karel Nusi Politisi Senior yang berasal dari Partai Golkar itu, dinyatakan resmi bergabung dengan partai Nasdem, hal ini juga dibuktikan dengan terbitnya kartu anggota (KTA) sebagai pengurus partai Nasdem.

Melalui Via WatsApp, dr. Budi Doku selaku Ketua DPD Partai Nasdem Kota Gorontalo mengatakan, bergabungnya hais karel nusi memang benar adanya, dirinya telah bergabung dengan partai ini sudah berlangsung selama 2 minggu kemarin.

“Kami menyambut gembira bergabungnya politisi senior yang juga mantan aktifis itu, menurutnya ia bertekad membangun partai nasdem sebagai sebuah kekuatan besar di Kota Gorontalo.” Tutur Budi.

Lanjut CBD, Hijrahnya Hais Nusi ke Nasdem, sebagai tokoh masyarakat yang memang mantan aktifis dan selalu memperjuangkan hak – hak rakyat, memang sangat cocok dengan Gerakan restorasi partai nasdem.

Sebagai gerakan restorasi, nasdem sangat membuka ruang baginya untuk bergabung dalam rangka memajukan partai ini.

“Hijrah partai, tentu Hal ini tidak jadi masalah, karena memang ini sah-sah saja ketika setiap anggota partai ingin hijrah, kan ini juga pernah terjadi seperti saya kemarin.” Tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hijrahnya Hais Karel Nusi, tentu pihaknya memang sudah tertarik sebelumnya dengan gerakan nasdem yang mengedepankan Ruh organisasi sebagai partai non mahar atau yang terus mensosialisasikan terkait anti money politik.

Hais Karel Nusi bersama Ketua DPD Kota Gorontalo Partai Nasdem. Foto : Ist

Sementara itu, Feri Rauf Selaku Wakil Ketua OKK Partai Golkar mengatakan, Berpindahnya kader golkar tersebut memang hal itu sebagai hak politiknya, bebas mau kemana saja, akan tetapi sampai dengan hari ini yang bersangkutan belum mengundurkan diri dari partai Golkar.

“Selaku wakil ketua bidang OKK Partai Golkar, sehingga saya menganggap Hais Nusi masi sebagai kader Golkar walaupun sudah punya kartu anggota di Nasdem.” Jelasnya.

Lebih lanjut Feri menjelaskan, dalam waktu dekat Partai Golkar akan melangsungkan Musda, sehingganya ketika telah terpilih ketua dan kepengurusan yang baru dan dirinya tidak terakomodir lagi di organisasi maka, dengan sendirinya gugurlah haknya sebagai anggota di partai Golkar.

Wakil Ketua OKK Partai Golkar menambahkan, Mengacu pada AD/ART, Berpindahnya seorang kader dari partai golkar ke partai lain akan dilakukan pemecatan, tetapi hari ini belum ada petunjuk dari DPD II untuk melaksanakan rapat untuk memecat anggota yang sudah berpindah ke partai lain.

“Setiap anggota partai memiliki hak politik untuk berpindah ke partai lain, saya kira jika hais nusi menganggap dirinya lebih baik di partai nasdem, ya sah-sah saja. Ketika ada kader partai yang tidak suka lagi di Golkar, maka secara langsung partai tidak pernah menahan hal ini normatif saja.” Ungkapnya.

Feri juga mengungkapkan, secara organisasi tidak ada konflik, termasuk untuk masalah internal sejauh ini tidak terlalu menjolok.

” kemarin dirinya tidak dicalonkan lagi dari partai golkar  yaa karena ada sistem dan mekanisme di partai golkar itu sendiri.” Tandasnya.