Pranala.co.id – Selain udara sejuk, Kabupaten Gorontanlo selalu jadi tujuan menikmati pemandangan alam indah. Daerah ini juga memiliki tempat wisata alam yang wajib dikunjungi.

Wisata Hutan Pinus yang berada di Desa Motilango, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, merupakan satu -satunya destinasi wisata alam, yang sering diburu oleh wisatawan lokal sebagai tempat suaphoto.

Selain itu, ditempat ini juga membuat pengunjung merasa damai, lantaran jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Terdapat banyak deretan pohon pinus yang tumbuh subur di sepanjang hutan tersebut.

Salah satu pengunjung , FirmanTanaiyo (24) juga mengungkapkan, tempat itu sangat bagus dijadikan tempat bersantai bersama kerabat kerja disaat mengisi momen libur. Apalagi disertakan dengan aktivitas kamping, Kawasan ini benar – benar alami.

” Kalau pikiran mulai buntu dengan aktivitas kerja, saya rasa disinilah tempatnya untuk melepas beban itu semua. Karna ini baru pertama kali saya merasakan kesejukan alam yang bisa menghilangkan penat dari sibuknya aktivitas sehari – hari,” ujar Firman.

Sebelumnya hutan pinus tersebut di budidayakan oleh pemerintah desa setempat, untuk diambil getahnya, demi menambah pendapatan masyarakat desa tersebut.

Kepala Desa Motilango, Ishak Buna menjelaskan pihaknya mulai mengelolah pinus tersebut sejak tahun 2012, Selain memproduksi hasil pinus, pihaknya mulai mengembangkan hutan tersebut sebagai objek wisata kunjungan, oleh pelancong dari luar daerah bahkan wisatawan manca negara.

Lanjutnya, Dengan menambah beberapa fasilitas penunjang, seperti gardu pandang, Rumah panggung dan sejumlah tempat duduk untuk menambah daya tarik orang – orang datang berkunjung.

” Hutan Pinus ini sudah kami rencanakan akan lebih di kembangkan sebagai tempat wisata. Lantaran, setelah dibukanya akses jalan ke lokasi pinus, banyak warga lokal yang tertarik berkunjung. Sebelumnya juga pemerintah Propinsi hingga kabupaten sudah sempat datang untuk melihat,” jelas Ishak.

Selain itu, ungkapnya dengan wisata Pinus Motilango yang semakin dilirik wisatawan, kedepannya bisa meningkatkan perekonomian warga setempat.
” Jadi kedepannya saya harap ini menjadi ikonnya desa kami yang bisa dikenal masyarakat hingga kemancanegara,” jelasnya.

Tambah Ishak, kawasan pinus yang memiliki luas kurang lebih 10 ribu hektar meter persegi itu, bisa diakses masyarakat dengan menggunakan roda dua maupun roda empat, dengan memakan waktu kurang lebih 10 menit dari pusat pemerintahan Desa Motilango.
Sesampainya, saat memasuki hutan juga terdapat jalan rabat beton yang sering dilalui para petani, sehingga memudahkan pengunjung untuk menyelusuri Hutan Pinus Motilango.

” Tidak perlu menguras tenaga banyak untuk masuk ke hutan ini, lantaran, jalur lintasnya tidak terlalu terjal.” tutupnya.