Pranala.co.id – Perkembangan teknologi dari masa ke masa semakin pesat dan cepat, menjadikan negara-negara berlomba-lomba untuk mengembangkan dan menciptakan tekhnologi tepat guna, efektif dan efisien.

Tak tinggal diam, Indonesia juga berinisiasi untuk menjadi salah satu negara yang bersaing dalam bidang tekhnologi. Hal itu bukan hanya bualan belaka, dibuktikan dengan penanda tanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) melalui Presiden Joko Widodo bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan pihak pemerintah Korea Selatan bersama konsorsium LG. Tak main-mian pemerintah Indonesia juga melibatkan beberapa BUMN dalam negeri untuk menopang dan mendukung kerja sama ini, seperti PT. Mining And Industry Indonesia (Mind Id), PT Pertamina (Persero), PT. PLN (Persero), dan PT. Aneka Tambang (Antam) yang nantinya akan menjadi PT. Industri Baterai Indonesia. Rencananya pabrik akan dibangun di Kawasan Industri Kota Deltamas, Karawang, Bekasi diatas lahan seluas 33 Hektar.

Indonesia menjadi negara yang sangat strategis mengingat negara ini adalah salah satu wilayah dengan kandungan nikel terbesar didunia. dengan potensi ini negara kita akan menjadi primadona bagi investor-investor mengembangkan usahanya disektor pertambangan. Sehingga diharapkan bagi pemerintah untuk dapat menseriusi hal tersebut dan hati-hati dalam menentukan kebijakan nasional demi terciptanya pasar investasi yang sehat dan stabil.

Satu hal yang menggelitik, bahwa pembangunan pabrik itu harus berada di karawang, Bekasi yang menurut penulis kurang strategis dalam menseriusi hal tersebut. Bagaimana tidak hal ini bahkan hampir tak beralasan dan tanpa mempertimbangkan faktor-faktor penghambat yang nantinya akan menjadi kerugian besar bagi perusahaan dan dampaknya akan dapat dirasakan oleh kita semua. Hal ini justru bertentangan jika melihat kenyataan bahwa pasokan Nikel untuk bahan utama tekhnologi tersebut berada diwilayah Timur Indonesia, diambil dari (sumber : KompasTv.Online) diantaranya :

1. Luwu Utara, Sulawesi Selatan
2. Kolaka Sulawesi Tenggara

3. Morowali, Sulawesi Tengah

4. Halmahera Timur, Maluku Utara
5. Pulau Gag, Papua Barat

Jika ditinjau dari letak Geografis idealnya PT. Industry Baterai Indonesia letaknya diwilayah timur Indonesia, dengan mempertimbangkan efisiensi waktu jarak tempuh angkutan bahan mentah, pengeluaran anggaran jasa angkutan bahan mentah, proses pengolahan dan pemurnian, dan sumber-sumber bahan mentah yang akan diolah. Beberapa kementrian terkait juga nampaknya belum merespon hal tersebut, sebut saja Kementerian BAPPENAS (Soeharso Monoarfa), Kementerian ESDA (Arifin Tasrif), dan Kementerian BUMN (Erick Tohir) seharusnya dapat berkolaborasi mengingat hal ini menjadi sesuatu yang patut diseriusi.

Beberapa minggu lalu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan meresmikan operasi produksi fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel dengan tekhnologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, tepatnya Rabu 23 Juni 2021 (Sumber : CNBCIndonesia.Online). Salah satu sikap dari Bapak Luhut Binsar Panjaitan dalam bidang Investasi, hal inilah yang kiranya perlu perhatian dari Kementerian Investasi dan beberapa kementerian terkait untuk meninjau ulang lokasi dari PT. Industry Baterai Indonesia yang akan diletakkan di Karawang, Bekasi.

Sehingga pengharapan untuk mempertimbangkan kembali hal tersebut hanya berada dipundak presiden. Penulis berharap Presiden Joko Widodo dapat mengevaluasi kinerja menteri Investasi dalam hal pembangunan pabrik baterai Lithium ini karena dirasa kurang cakap dalam menentukan kebijakannya.
Juga mendesak Komisi VI DPR-RI untuk meninjau kembali hasil rekomendasi penentuan lokasi pabrik baterai Lithium ini agar dampaknya benar-benar nyata dapat dirasakan oleh masyarakat kita yang terkonsentrasi dalam pembangunan dan pengembangan nikel.

Kedepannya harapan besar untuk kita semua bahwa dengan adanya pabrik baterai Lithium ini di Sulawesi menjadikan zona tersebut sebagai centrum pengembangan Industri tekhnologi sebagai wujud bagian dari pemerataan pembangunan yang didambakan oleh kita semua. hal ini kiranya bisa cepat mendapat respon mengingat target pembangunan direncanakan dimuali Juli 2021 dan akan beroprasi.

Penulis :

Rahmat Giffary Bestamin
Ketua PB PMII Bidang Pengolahan Sumber Daya Alam dan Energi

%d blogger menyukai ini: