Pranala.co.id (Gorontalo) – Hirup pikuk bergemuruh riah di Gedung DPRD Kabupaten gorontalo yang diwarnai wacana pemakzulan kepada Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd ditanggapi dingin oleh Jubir Bupati Gorontalo, Nasir Tongkodu.

Menurut Nasir Tongkodu, wacana pemakzulan pernah dibicarakan oleh salah seorang aleg. Sekarang ini, lanjut Jubir wacana tersebut di reproduksi lagi oleh kalangan aleg dalam bentuk konspirasi yang melibatkan 7 fraksi. Tujuannya serupa membangun konstruksi Pemakzulan “Jadi tidak berhasil dilakukan seorang aleg kini para berkelompok,” ujarnya seraya tertawa.

Ditambahkan Nasir Tongkodu, semestinya surat rekomendasi diserahkan Bupati NP melalui Kabag Pemerintahan, jika ditemukan cacat hukum, maka kewajiban DPRD untuk mengembalikan lagi kepada Bupati. Tapi kenyataannya, diterima serta ditindaklanjuti dengan Sidang Paripura yang kemudian dibentuklah pansus.

“Sidang paripurna itu merupakan sidang yang tertinggi dalam pengambilan keputusan, dan buka cuma diputuskan lewat fraksi apalagi perorangan,” tandasnya.

Menurut Nasir Tongkodu, hak angket bisa ditempuh oleh aleg, manakala ditemukan kebijakan strategis Bupati yang menyebabkan dampak sosial yang bersifat umum.

“Apalagi kebijakan Bupati mengusulkan dua nama masing-masing Ahmad Lihu mewakili PPP dan Herman Walangadi dari Demokrat tidak bertentangan dengan UU MD3 pasal 371 dn PP no 12 thn 2018 pasal 73,” Tambahnya.

Yang disesalkan jubir ini, mengapa DPRD waktu itu tidak melakukan gugatan kepada PTUN, karena lembaga pengadilan inilah yang berwenang memutuskan sah atau tidak sah sebuah surat. Meski begitu, Nasir menghargai wacana ini, bahwa wacana pemakzulan tidak bisa berlanjut karena, tidak mempunyai dasar hukum untuk melakukan pemakzulan.

Diakhir keterangannya, Nasir Tongkodu membantah bahwa pernyataan salah seorang aleg yang mengatakan, Bupati Gorontalo membuka ruang pemakzulan buat dirinya.

“Tidak benar ada penjelasan dari seorang pejabat bahwa akan dilakukan pemakzulan terhadap Bupati Gorontalo,” ujarnya sambil menambahkan, “saat ini Bupati NP sedang giat-giatnya bersama jajaran pemda bekerja menangani covid 19. Jika legislatif menjadi partner Pemda, maka sebaiknya para aleg secara kooporatif mengatasi penularan corona, bukan sebaliknya mencari-cari kesalahan Bupati NP,” ungkap Nasir Tongkodu.