Pranala.co.id – PUSPA Pohuwato serta P2TP2A dan Lembaga bantuan hukum (LBH), wahana keadilan Pohuwato (WKP) mengajak masyarakat luas torsiaje laut untuk bersinergi mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak. Bertempat di Aula Kantor Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato,

Menariknya, kegiatan tersebut guna mengenalkan bantuan hukum yang dialami kaum perempuan Indonesia dan permasalahan anak.

P2TP2A Ini dilangsungkan pada Pembukaan Temu Partisipasi Lembaga Masyarakat dengan tema “Sinergi Partisipasi Masyarakat untuk Peningkatan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak di Indonesia”.

Ketua Umum PUSPA Pohuwato Hj. Dra.Rusmiati Pakaya mengatakan, Pemerintah dalam hal ini harus mengambil sikap untuk membantu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak P2TP2A bersama literasi baca EDUCARE INTITUTE (EDIT) sabtu (22/08/2020).

“Perempuan dan anak adalah isu lintas sektor dan lintas bidang yang sangat strategis. Berhasil tidaknya pembangunan sebuah negara sangat tergantung pada kontribusi yang mereka berikan. Perempuan tidak harus mendominasi kaum lelaki, tetapi bagaimana membuat hubungan relasi yang seimbang dan harmonis, berbagi peran baik dalam keluarga, masyarakat sampai dalam tahapan membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.” Jelasnya.

Lebih lanjut Ketua PUSPA juga mengatakan, Anak merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Kita harus memastikan mereka semua sejahtera.

Agenda ini sebagai bentuk kepedulian terhadap perempuan dan anak untuk bersama-sama bersinergi bersama pemerintah dalam mensejahterakan perempuan dan anak.

Untuk itu PUSPA dan lembaga bantuan hukum wahana keadilan (LBH) Berartisipasi mengenalkan hukum untuk para perempuan dan anak termasuk Masyarakat Torsiaje dan Literasi baca pada anak melalui Educere Intitute (EDIT).

“Kekayaan intelektual, potensi, dan semangat yang dimiliki lembaga-lembaga masyarakat, khususnya Forum PUSPA dapat mempercepat terwujudnya kondisi perempuan dan anak yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas. Tetaplah terus bersinergi dengan rasa iklhas, transparan, tidak saling menyalahkan dan mau saling berbagi untuk mencari solusi-solusi atas berbagai permasalahan terkait perempuan anak,” tutup Rusmiati Pakaya.

Forum  PUSPA yang telah terbentuk di 33 provinsi dan di beberapa kabupaten/kota diharapkan dapat bekerja sama dengan Dinas P2TP2A di daerah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan hingga tahap evaluasi.

Anak – anak Torsiaje langsungkan giatan literasi. Foto : Fadel

Sementara itu, Stenli Nipi Direktur EDIT menambahkan, partisipasi masyarakat adalah bagian penting dari kebijakan dan strategi pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kualitas kelembagaan P2TP2A dan bagian dari persyaratan pelaksanaan kebijakan Pengarusutamaan Gender dan P2TP2A

“sinergi ini juga harus dilakukan antar pemerintah pusat dan daerah dengan lembaga-lembaga masyarakat tersebut. Semakin banyak unsur yang terlibat dalam penuntasan isu-isu terkait perempuan dan anak, maka program dan kegiatan P2TP2A dapat dilakukan secara efektif dan efisien serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.” Tegas Stenly.

Sosialisasi dipimpin langsung oleh Ketua Umum PUSPA Pohuwato Hj. Dra.Rusmiati Pakaya,M.pd, serta di ikuti ketua LBH WKP, Stenli Nipi, SH MH, dan Direktur EDIT Trizulharmiman Alwi, kepala bidang pemberdayaan perempuan Sri Marlina Mursalin,SE, Perwakilan Lembaga P2TP2A Pohuwato Venty Dwikasari Hasan selaku pendamping kekerasan terhadap perempuan dan anak, Perwakilan dari Kodim1313 Pohuwato, Praka Sudirman Betha, serata anggota forum PUSPA Pohuwato.