Pranala.co.id (Gorontalo) – Tujuh orang nelayan asal Desa Biluhu Tengah, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo sudah sebulan lamanya dilaporkan hilang saat melaut di perairan Sorong, Papua hingga saat ini belum ditemukan, hal itu ditanggapi oleh Abduk Rahman Lopuo sebagai keluarga korban.

Abdul Rahman Lopuo mengatakan pada pranala.co.id (20/10/2019), sebanyak tujuh orang yang hilang saat melaut di perairan papua itu seluruhnya ialah keluarga atau serumpun tanpa ada orang lain.

” terhitung hingga hari ini sudah 1 bulan 9 hari mereka hilang, ketujuhnya memberanikan diri untuk ke perairan sorong dikarenakan mereka di telfon oleh salah seorang pengusaha ikan atas nama boss lukman asal buton, untuk menangkap ikan tuna, dengan janji akan membiayai ketujuhnya ketika mendapatkan tuna, dan untuk akomodasi hingga ke papua semuanya di tanggung oleh pengusaha tersebut.” tuturnya.

Lanjutnya, dengan mata pencaharian sebagai pelaut ketujuhnya memberanikan diri untuk ke sorong sejak usai lebaran idul adha. Melihat banyaknya masyarakat biluhu tengah yang bekerja juga disorong sebagai nelayan, sehingga memperkenalkan mereka dengan pengusaha tuna tersebut.

“Masyarakat asal biluhu yang bekerja disana sebagai nelayan, sudah tentu bossnya pasti pindah – pindah, sehingganya diperkenalkanlah si lukman dengan mereka, pendpatan pun di bayar dengan hitungan peekor” ujar rahman.

Rahman mengaakui, Sementara itu ketujuh nelayan asal Gorontalo yang hilang di perairan Papua yakni Tmarin thalib (47), Simin lahabu (44), Sarton karim (44), Jafar talib (20), Jupri pago (20)
Abd najer karim (20), Padri (21).
Dari ketujuhnya 4 orang yang berkeluarga sementara yang 3 nya masih berstatus bujang, salah satunya juga baru menyelesaikan studinya di Universitas IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Sejauh ini upaya yang dilakukan keluarga terus menghubungi pengusaha tersebut, dikatakannya pada kami, sudah melaporkan ke angkatan laut, dan Basarnas, namun sampai sekarang belum ada info

Pada 12 September 2019, ketujuh nelayan itu sempat mengabarkan ke pihak keluarga di Desa Biluhu Tengah, bahwa rakit hilang kendali, namun mereka tidak sempat menghubungi pengusaha tersebut. Selanjutnya hingga pada 13 September 2019 keluarga hilang kontak dengan mereka.

“Dalam kejadian itu, terdapat 2 orang yang masi pemula bekerja sebagai nelayan dan itu ponakan saya yang baru wisudah dengan usia 20 dan 21 tahun.” Tuturnya sambil menangis.

Rahman pun berharap, Pemerintah daerah dapat membantu keluarga korban yang hanyut.

” harapan besar keluarga, sebagai bentuk kepedulian DPRD Kab. Gorontalo terhadap masyarakatnya, kami berharap wakil rakyat kami untuk turut serta membantu mencari korban tersebut ke sorong dengan memfasilitasi keluarga dengan pemerintahan sorong”. Tutupnya.