Prana.co.id (Gorontalo) – Wujudkan Cita – cita Gorontalo sebagai Bumi Serambi Madinah yang berfalsafah adat bersendi syara dan syara bersendikan Qitabullah, Seniman Hulonthalo Tonula Comunity (SHTC) akan berkolaborasi bersana seniman lainnya langsungkan dzikir bersama Limboto, Kabupaten Gorontalo. Selasa (31/12/2019)

Pelepasan tahun, sering dilaksanakan seluruh daerah dengan perayaan perayaan tertentu, semisal menyalakan kembang api, peniupan terompet dan lain sebagainya menjadi ciri khas setiap daerah, namun hal ini berbeda dengan Daerah Gorontalo.

Gorontalo sebagai salah satu daerah yang berfilosofi serambi madinah, terlihat jelas pemudanya sangat antusias untuk berkolaborasi dalam pelepasan tahun dengan melangsungkan Dzikir bersama termasuk para seniman. Hal itu juga dibenarkan Ketua SHTC, para komunitas seni yang tidak kebagian Job di malam tahun baru, tentu akan saling mengisi kekosongan dalam dzikir bersama.

Sahril Rahim Selaku Ketua SHTC mengatakan, Dzikir pada pergantian tahun tentunya sangat perlu dilangsungkan. Seniman selalu didentik dengan hura – hura menurut pandangan masyarakat secara umum, tetapi perlu diketahui bahwa, filosofi seniman ialah Seni dan Iman, maka itu merupakan satu kolaborasi yang tidak bisa dipisahkan dan sudah mendarah daging.

“Kalau kita punya seni, jelas kita harus punya iman, nah iman inilah yang ditanamkan pada komunitas seniman. Komunitas ini mempunyai program religius guna untuk mempertahankan dan mewujudkan cita – cita masyarakat Gorontalo sebagai daerah serambi madinah.” Tuturnya.

Di era globalolisasi saat ini yang serba canggih, tentu kita tidak bisa menyepelekkan kegiatan – kegiatan religius.”sudah seharusnya di era saat ini dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan religius yang lebih maksimal, apalagi pergantian tahun, Dzikir sangat perlu dilakukan.” Tegas Ketua SHTC.

Komunitas Seniman Hulonthalo Tonula, menggunakan kearifan lokal gorontalo dengan memakai kalimat hulontalo tonula dengan arti (Gorontalo Semua), hal itu menjadi salah satu komitmen dalam menggabungkan semua komunitas seni di Gorontalo untuk menjalankan aktivitasnya termasuk seni dan iman. Komunitas yang sudah berdiri sejak 7 tahun ini memiliki program – program seni termasuk religius.

Sahril menambahkan, mewujudkan serambi madinah, tentu sangat diharapkan adanya sinergi pemerintah dengan kelompok seni yang ada di Provinsi Gorontalo dengan memaksimalkan kegiatan religius yang berguna untuk pemantapan karakter religius generasi muda yang hidup saat ini di era digitalisasi.

“Kami sangat bersyukur dikomunitas Musisi Seniman Gorontalo (MSG) di nahkodai oleh Pak Haris Tome selaku Kadis Kominfo Kab. Gorontalo, karena diera saat ini, religius harus tetap dijalankan entah melalui digitalisasi ataupun informasi.” Tuturnya.

Sahril menambahkan, Kedepannya seluruh Seniman termasuk musisi di Gorontalo akan melangsungkan Dzikir akbar yang bertemakan Nada dan Dakwah.

” Sambil main musik kita langsungkan tauziah, siraman rohani, termasuk Dzikir bersama, di tahun 2020 tentu kami mengharapkan adanya kolaborasi bersama eksekutif maupun legislatif dalm 3 bulan sekali kita langsungkan program religius ini, sebagai tuan rumah kita harus memulai dulu sehingga menjadi barometer untuk teman- teman lain yang berada diluar daerah khususnya untuk Seniman dan Musisi.” Tutupnya.