Pranala.co.id (Gorontalo) – Momentum Sumpah Pemuda yang pada tanggal 28 Oktober sering diperingati sebagai pemersatu bangsa, tentu menjadi Komitmen Pemuda diseluruh Indonesia.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Gorontalo diharapakn oleh Ombudsman Republik Indonesia (RI) agar dapat menjadi mitra dalam pengawasan maladministrasi di setiap instansi yang berada di Kota Gorontalo, sebagai instrumen menjalankan Undang -Undang 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik.

Ketua KNPI Kota Gorontalo, Dita Anggraini Polapa menanggapi, sangat mengapresiasi tugas ombudsman, yang juga mengajak pemuda sebagai mitra dalam pengawasan maladministrasi.

” kerja sama ini tentunya sangat bagus karena melihat di lapangan itu masing banyak terjadi maladministrasi, sebagai pemuda, KNPI tentunya akan mengawasi hal tersebut, sebagai bukti dan komitmen pemuda untuk mewujudkan daerah Gorontalo sebagai contoh daerah lainnya.Tentu tidak lepas dari kerja sama dengan ombudsman.” Tegas Dita. Kamis (24/10/2019)

Dita menambahkan, dalam mengawal pemerintah guna menjadikan pemerintahan di gorontalo yang lebih baik dan tanpa adanya malsdministrasi, KNPI tentunya akan memasukan program tinjauan kelapangan yang tentunya hal ini akan dimasukkan dalam rapat kerja daerah (rakerda) KNPI.

Selaku Asisten Ombudsman RI mengatakan pada tempat yang berbeda, sudah tahun ke 3 ombudsman melakukan partisipasi masyarakat, masyarakat selaku pengguna layanan punya kewajiban dalam hal pengawasan pelayanan publik dalam menyampaikan laporan, baik kepada ombudsman maupun instansi.

Keterbatasan Sumber Daya Manusia Ombudsman di seluruh perwakilan terutama digorontalo yang hanya 8 orang asisten di 6 kabupaten – kota, tentunya sangat butuh bantuan masyarakat terkhusus kepada pemuda.

“Kita hidup ini pasti ada pelayanan publik, apabila ada maladministrasi, jangan ragu untuk menjadi sahabat ombudsman gorontalo yang mengawasi pelayanan publik, karena semangat pemuda tentu masih sangat besar atau dikatakan masi pres, kami sangat berharap adanya partisipasi pemuda dalam pelayanan publik.” Tegasnya.

Lanjutnya, Di Gorontalo masih banyak pelayanan publik yang perlu disikapi bersama.

“contoh, saat dibandara, banyak sekali taksi – taksi yang mangkal tentu pengunjung dari luar gorontalo seperti saya tentu banyak yang mikir, nggak aman nih, saya sudah ikuti caranya sesuai prosedur mereka, tapi ternyata masi menunggu orang lain untuk bisa full dulu baru bisa berangkat, tentu ini juga menjadi pelayanan yang harus disikapi bersama, ada apa dengan taksi – taksi dibandara, berbeda dengan kota lainnya, kita naik taksi mau 1 orang ataupun lebih itu langsung jalan.” Tuturnya.

Indra pun mengajak Pemuda Gorontalo untuk tidak malu dan tidak takut menjadi promotor dalam hal pengawasan terhadap pelayanan publik.

“Tidak menjadi sahabat ombudsman pun tidak ada masalah, tetapi harus berani menyampaikan kepada instansi – instansi yang tetap ada maladministrasinya, tapi kalau takut, ombudsman sangat membuka diri untuk pemuda yang ingin melaporkan hal – hal yang tidak diinginkan terkait pelayanan publik” Tutupnya.