Pranala.co.id, Jakarta – Maybank, bank keempat terbesar dari segi aset di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan laba bersih Grup sebesar RM2,39 miliar untuk kuartal I yang berakhir 31 Maret 2021 (1QFY21) dibandingkan dengan RM2,05 miliar tahun lalu sehubungan pergerakan kredit yang  meningkat seiring prospek ekonomi yang membaik dan biaya overhead dan impairment juga menurun.

Grup mencatat laba sebelum pajak (PBT) pada kuartal I 2021 sebesar RM3,17 miliar dibandingkan RM2,80 tahun lalu.

Hasil ini mencerminkan return on equity sebesar 11,7% dibandingkan dengan 10,6% tahun lalu, sementara laba per saham naik 15,0% menjadi 21,0 sen dari 18,2 sen tahun lalu.

Pendapatan bersih operasional Grup tercatat sedikit naik menjadi RM6,83 miliar dibandingkan tahun lalu, didukung kenaikan pendapatan net fund based sebesar 7,0% menjadi RM4,65 miliar.

Pencapaian tersebut didapatkan dari kenaikan kredit sebesar 3,1%, meskipun diimbangi sebagian oleh penurunan fee-based income (net)  menjadi RM2,18 miliar dari RM2,38 miliar tahun lalu.

Melalui upaya berkelanjutan dalam mengelola biaya, Grup dapat menurunkan biaya overhead sebesar  4,1% menjadi RM2,82 miliar di kuartal I 2021 dari RM2,94 miliar tahun lalu.

Hasil tersebut telah meningkatkan rasio cost to income Grup menjadi 41,3% dari 43,7% tahun lalu, dimana  pendapatan Grup bertumbuh sebesar 1,5% melampaui penurunan biaya overhead sebesar 4,1% pada selama kuartal tersebut.

Laba operasional sebelum provisi (PPOP) Grup tercatat sebesar RM4,00 miliar dari RM3,78 miliar pada kuartal I 2020. Sementara, net impairment losses tercatat sebesar RM868,5 juta dibandingkan dengan RM1,02 miliar tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, Grup terus menempuh langkah konservatif, melakukan top-up untuk akun yang mengalami penurunan akibat devaluasi nilai jaminan, serta menerapkan management overlay untuk portofolio ritel, apabila diperlukan.

Didorong prospek ekonomi yang membaik, permintaan  kredit meningkat pada kuartal I 2021 dengan kredit bruto Grup sebesar 3,1% dibandingkan dengan 0,3% tahun lalu.

Operasional Grup di Malaysia yang mengalami peningkatan kredit yang stabil sebesar 4,9% selama kuartal pertama, didukung oleh peningkatan yang sehat sebesar 7,4% pada Community Financial Services (CFS) dibalik permintaan yang kuat di segmen perbankan Konsumer dan Bisnis serta UKM.

Operasional Grup Singapura juga membukukan peningkatan, melalui kredit yang bertumbuh sebesar 2,1%, terutama dari bisnis CFS-nya. Tetapi, operasional Maybank di Indonesia, mencatat penurunan sebesar 18,3% terutama sebagai akibat dari write-off  dan repayment  oleh karena bank masih mengelola eksposurnya sebagai bagian dari strategi berkelanjutan untuk menyeimbangkan kembali portofolionya dalam memitigasi risiko.

Selaras dengan strategi Grup untuk mempertahankan basis likuiditas yang kuat dan memperluas struktur pendanaan berbiaya rendah, simpanan bruto meningkat 10,3% secara tahunan, didukung oleh peningkatan 10,0% di Malaysia dan 9,6% di Singapura.

Alhasil, rasio giro dan tabungan (CASA) Grup meningkat lebih jauh menjadi 44,5% pada Maret 2021 dari 38,4% tahun lalu. Penurunan suku bunga yang terjadi sepanjang tahun 2020 dan pertumbuhan yang sehat pada deposito dan rasio CASA, telah mendongkrak marjin bunga bersih (NIM) Grup sebesar 8 basis poin menjadi 2,31% dari 2,23% tahun lalu.

%d blogger menyukai ini: