Pranala.co.id (Gorontalo) – Melindungi anak usia sekolah yang berhadapan dengan hukum (ABH) di lapas agar tetap mendapatkan pendidikan yang layak. tentunya dikhususkan adanya sistem pendidikan yang semestinya. Hal ini dibenarkan oleh Yayasan Bantuan Hukum Kita Gorontalo. Rabu (23/10/2019)

Menariknya dalam mendampingi anak sesuai hak – haknya, Yayasan Bantuan Hukum Kita Gorontalo, hadir di Gorontalo untuk melangsungkan sinegritas bersama Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Gorontalo melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Albert Pede S.H, M.H, selaku sekretaris YBH mengatakan, Pada dasarnya, setiap Anak dalam proses peradilan pidana berhak memperoleh pendidikan. Di samping itu, kewajiban anak mengikuti pendidikan formal dan pelatihan yang diadakan oleh pemerintah atau badan swasta merupakan salah satu tindakan yang dapat dikenakan terhadap anak sesuai yang diamanatkan oleh UU SPPA.

Lanjutnya, Khusus soal anak dalam LPKA, mereka berhak memperoleh pembinaan, pembimbingan, pengawasan, pendampingan, dan pendidikan serta hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Salah satu tugas dan kewenangan Dinas pendidikan daerah, provinsi dan kabupaten/kota dan satuan pendidikan sekolah dalam penanganan ABH, tentunya diharapkan dinas pendidikan, orang tua, dan kepolisian serta pihak Rumah tahanan harus tetap mengupayakan anak tidak kehilangan hak-haknya untuk mengikuti setiap kegiatan pembelajaran, termasuk keikutsertaannya dalam ulangan harian, ulangan semester, hingga ujian akhir nasional.

“Tentu dengan adanya kerja sama ini, YBH Kita Gorontalo hadir untuk mendampingi ABH dalam mendapatkan hak – haknya, serta untuk membantuk LPKA kedepannya.” Tutup Albert.

%d blogger menyukai ini: