Pranala.co.id (Limboto) – Kemenangan Herlina Lihawa pada perhelatan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2019 Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, terus terjadi Pro dan Kontra. Hal ini membuat masyarakat angkat bicara.

Menariknya petahana itu disambut gembira oleh masyarakat Desa Hulawa hingga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari pendukung lawan, atas kemenangannya di pilkades serentak 2019.

Joni Antuke (52) Desa Hulawa Dusun 2 ungkapkan, Dari pemilih tiga ribu sekian, 90 persen adalah pendukung Bunda Herlina, hal itu dikarenakan masyarakat masi menginginkan petahana memimpin kembali di desa ini.

“Saya secara pribadi sangat merasa senang atas dilantiknya bunda herlina sebagai kades hulawa, karena karakternya berjiwa sosial, tidak pandang bulu dalam merangkul, termasuk responsif terhadap keluhan masyarakat, baik anak kecil, remaja maupun orang tua. ” Ungkapnya. Senin (6/1/2020) Pukul 21.00 WITA.

Joni menambahkan, Sejak Herlina mempimpin, desa hulawa ini lebih stabil, entah dalam pembangunan, pelayanan, termasuk pemberdayaan masyarakat dalam menuntaskan kemiskinan dan pengangguran.

Sebagai Tokoh Pemuda Nanang Beu juga menambahkan, memang pilkades sempat menjadi polemik, namun hal itu sebagai dinamika dalam berdemokrasi, jikalau sudah dilantik maka itulah pilihan masyarakat.

“Terpilihnya Bunda kembali, karena memang programnya jelas jalan semua, ia mampu berkarya nyata, bukan berkarya kata.” Tegasnya.

Sementara itu, pendukung dari pihak lawan, Sahmin Suleman ungkapkan, secara terang – terangan dirinya tidak sama sekali mendukung herlina maju pada kontestasi pilkades, dirinya lebih mendukung cakades yang masi terbilang keluarga.

“Di Pilkades memang awalnya saling menghujat, namun setelah itu kita damai lagi, karena hal ini hanya dinamika demokrasi saja, Bunda Herlina toh juga memimpin kami kemarin dengan penuh keramahan, termasuk selalu merespon masyarakat secara suka duka. Jikalau untuk riak – riak karena tidak menerima, itu tergantung masyarakat, kalau bunda herlina yang dilantik maka ia adalah pemimpin kami, dan sebagai pendukung dari pihak lawan, saya menerima kemenangannya.” Tuturnya.

Herlina Lihawa mengatakan, Pilkades tentunya tidak lepas dari pro dan kontra, namun hal ini menjadi tantangan yang akan diupayakan untuk mempersatukan kembali masyarakat tanpa kubu,

“Saya akan melaksanakan silaturahmi kepada mereka masyarakat yang pro maupun kontra.” Tutur herlina.

Alhamdulillah masyarakat, merasakan program yang dijalankan semisalnya pemberdayaan, bantuan UKM, pembangunan, dan lain sebagainya, sehingga masi dipercayakan mengemban amanah ini, dan tentu program itu terlaksana atas koordinasi bersama Pemda dalam hal ini dinas terkait.

Lanjutnya, Sejak memimpin pada tahun 2012 hingga 2016, program pemerintah alhamdulillah terealisasikan, semisalkan bantuan mahyani sudah mencapai 75 persen, hanya saja terkadang kendalanya, masyarakat tidak memiliki surat tanah, termasuk swadaya.

“walaupun beberapa kendala pada masyarakat, tentu ini menjadi spirit untuk terus berusaha agar mereka memiliki swadaya entah bagaimana caranya, untuk membantu masyarakat, termasuk honor yang diterima nanti, separuhnya saya akan sisipkan untuk meringankan beban mereka.” Tutupnya.