Pranala.co.id (Bonebolango) – Tingginya Curah Hujan yang mengguyur Kota Gorontalo beberapa hari terakhir ini menyebabkan Rock Movement (Gerakan Batuan) atau yang sering disebut longsor oleh masyarakat terjadi Di Kelurahan Botu Kota Timur, Kota Gorontalo Sabtu, 07/03/2020.

Mass Movement adalah peristiwa Geologi yang terjadi karena pergerakan massa batuan/tanah atau gumpalan besar dari atas lereng yang jatuh ke bawah. Maka akan terjadi ketidak seimbangan antara gaya penahan (kekuatan batu) yang melekat di atas bidang tanah dan gaya peluncur (kemiringan) pada suatu lereng, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.

Menurut salah satu Dosen yang ada di Jurusan Ilmu dan Teknologi Kebumian, Noviar Akase, yang di wawancarai oleh awak media melalui WhatSapp” Longsor itu guguran atau sesuatu yang meluncur ke bawah”, ungkapnya.

Lebih lanjut ” Oleh karenanya gerakan massa tanah atau batuan yang meluncur ke bawah di sebut longsor, jadi longsor itu bukan hanya gerakan tanah yang umumnya di pahami, tapi juga gerakan bantuan”, tutup Noviar.

Hal inilah yang terjadi di salah satu wilayah Kota Gorontalo dimana jalan yang menuju ke Kantor Gubernur tertutup oleh batuan akibat longsor dan hujan lebat yang melanda Kota Gorontalo sejak pukul 02:30 Wita Jum’at kemarin.

Saat di datangi oleh awak media lokasi tersebut sudah di bersikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sudah bisa di lewati oleh kenderaan roda dua dan roda empat.enulis :Yusran HusaiAbdullah