Pranala.co.id – Sebagai Partai Pengusung Calon Bupati dan Wakil Bupati pasangan Syaiful Mbuinga dan Suharsi Igirisa, Partai Golkar terus maksimalkan mesin partai untuk memenangkan paslon tersebut.

Pasalnya, Secara All Out Partai tersebut menyasar seluruh rumah pemilih, mulai dari ujung barat pohuwato hingga timur, bertempat di Kecamatan Paguat dan Dengilo.

Menariknya lagi, seluruh pengurus partai politik, mulai dari Provinsi hingga ke tingkatan desa ikut terlibat didalamnya lakukan konsolidasi guna menangkan paslon dengan akronim SMS yang memiliki motto Sehat Maju Sejahtera untuk masyarakat Kabupaten Pohuwato.

Saat dikonfimarsi, Ketua DPD II Golkar Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi mengaku bahwa, Partai Golkar lebih bekerja keras dan memiliki target lebih dari suara Partai Golkar saat Pemilu 2020.

“Untuk menang, harus mempunyai data base, dan juga kompas politik kita memiliki panduan hasil survey, mana yang perlu disasar habis dan mana juga tinggal di pantau,” ungkapnya, Sabtu (24/10).

Nasir Giasi juga mengungkapkan, kerja keras pengurus partai yang berlambang pohon beringin ini terus dimaksimalkan, dikarenakan pihaknya tidak ingin mengulang sejarah kekalahan diperiode pertama.

“Meskipun menang beberapa kali pertarungan Pilkada, Kami Partai Golkar tidak ingin lengah meskipun hasil survey sudah lebih dari target awal. Intinya Kami all out sampai tanggal 9 Desember 2020,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua Desk Pilkada Provinsi Gorontalo, Syarif Mbuinga menegaskan, gerakan politik sudah sesuai frame strategi dalam mencapai kemenangan.

” Menang dan kalah itu hasil, tetapi perlu dilakukan yakni bagaimana melakukan evaluasi dan memiliki tolak ukur dalam setiap kegiatan,” katanya, kepada sejumlah pengurus, saat menyambangi lokasi konsolidasi di wilayah Paguat.

Tak hanya itu, Politisi Senior Golkar ini mengingatkan, dalam setiap kegiatan, tetap memperhatikan protokoler kesehatan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Lanjut Syarif, Kontestasi Politik hari ini, atau pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang kali ke 4, tentunya para kontestasi perlu menjaga stabilitas daerah dengan menghadirkan perang gagasan dan strateginya bukan sebaliknya atau dinamakan Black Campign (Kampanye Hitam).

“Mari kita jadikan Pohuwato lebih baik termasuk demokrasi, jangan merusaknya karena hanya kepentingan segelintir orang,” Tutup Syarif Mbuinga atau lebih akrab dengan sapaan Pasisa. (ADV)