Pranala.co.id (Gorontalo) – Aksi demontrasi penolakan omnibus law atau Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang terjadi hampir di seluruh wilayah indonesia saat ini terus berlanjut.

Selain ketegangan dan situasi memanas antara mahasiswa buruh dan aparat keamanan, adapula hal-hal menarik yang menjadi perhatian publik saat berjalannya unjuk rasa tersebut.

Mulai dari kejadian lucu, saat orang tua mendapati anaknya mengikuti demonstrasi sehingga disuruh kembali oleh ibunya, sampai aksi menyentuh hati ketika seorang demonstran meminta restu ibunda sebelum melakukan aksinya.

Namun, ada juga orangtua demonstran yang terlibat dalam aksi penolakan UU ciptaker ini, seperti apa yang terjadi di Kota Gorontalo.

Sandra Durahim, orang tua salah seorang Mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Yang diketahui ia juga bekerja sebagai buruh, menyampaikan keluh kesahnya terkait penolakan UU cipta kerja tersebut. Ia merasa kalau regulasi yang telah disahkan oleh DPR RI ini, tidak memihak kepada rakyat kecil.

“Anak saya dua orang kuliah di UNG, satu orang sudah lulus. Kata anak saya, yang ditakuti di dunia ini hanya dua. Yakni Tuhan Maha Kuasa dan Mahasiswa, itu benar. Saya bersama mahasiswa menyuarakan aspirasi kami kaum buruh,” ungkap Sandra  Durahim yang terlihat sangat bersemangat itu.

Sandra juga merasa senang, karena aksi di Gorontalo lebih aman dari daerah lain yang terjadi kekacaun dimana-mana. Untuk itu ia meminta kepada mahasiswa yang melakukan aksi ini untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban dari aksinya.

“Saya bangga dengan mahasiswa Gorontalo, karena aksi ini lebih aman dari daerah lain. Saya harap semua mahasiswa lebih menjaga keamanan,” pintanya. (Fajar Abdullah)