Pranala.co.id (Gorontalo) – Kantor Urusan Agama Kota Gorontalo menerapkan pelayanan nikah menuju masyarakat produktif.

Pelayanan tersebut tertuang pada Surat Edaran Nomor P-006/DJ.III/HK.00.7/06/2020 tentang Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman Covid.

Kepala KUA, Syamsul Bahri mengatakan, di Kota Gorontalo, pelaksanaan nikah dimassa New Normal, mengijinkan pelaksanaan akad dengan ketentuan harus  mengedepankan protokol kesehatan, baik pelaksanaan-nya di rumah maupun dikantor.

“kita mengikuti sesuai surat edaran dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam atau disebut (Ditjen Bimas Islam), yang mengijinkan pelaksanaan akad dengan ketentuan, harus mengikuti Protokol Kesehatan.” Jelasnya. Senin (3/8/2020).

Syamsul Bahri juga mengatakan kalau ada yang tidak mengikuti aturan Protokol Kesehatan, maka petugas berhak untuk menolak pelaksanaan pernikahan tersebut.

Sementara pihaknya juga menjelaskan, bagi setiap calon yang nikah tidak menjadi persyaratan untuk pemeriksaan Swab yang terpenting selama berjalannya pernikahan harus mengikuti Protokol kesehatan, menggunakan masker, harus memakai sarung tangan, cuci tangan, alat cek suhu, dan jaga jarak.

“Bagi para calon, tidak perlu meragukan alat – alat tersebut, karena semua  itu sudah ada di fasilitasi KUA.” Jelasnya.

Lanjutnya, Selain menerapkan protokol kesehatan, prosesi akad nikah juga dibatasi hanya 10 orang saja yang bisa menghadiri akad tersebut. pelaksanaan pun hanya bisa dilangsungkan pada waktu pagi, siang dan sore.

“New normal seperti ini maka pola hidup kita harus berubah, terpenting untuk membiasakan diri lebih baik lagi, sehingga kita dapat menekan laju perkembangan Covid-19, semoga pandemi ini bisa segera usai.” Tandasnya.