Pranala.co.id (Nasional) – Informasi Penyebaran Virus corona akhir – akhir ini membuat  kepanikan  dikalangan masyarakat Dunia termasuk di indonesia, hal ini membuat pemerintah tidak lengah untuk terus berupayah mencari solusi dari dampak virus tersebut.

Berbagai macam informasi yang tersebar di media, membuat seluruh pemerintah ditiap daerah gencar untuk merespons penanganan pencegahan dari dampak Covid-19 itu.

Seperti dilansir dari siaran Pers Menteri Komunikasi dan informasi No.37/HM/KOMINFO/03/2020, pada jumat (13/3/2020) tentang dampak penyebaran Covid-19, Pemerintah Bangun Narasi Tunggal.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, pemerintah sangat serius merespons penanganan dampak penyebaran Virus Corona.  Pemerintah mempertegas dan mempercepat perubahan protokol penanganan, sesaat setelah informasi virus Corona masuk di Indonesia.

“Tentu protokolnya berubah, protokol berikutnya bagaimana menjaga agar persebarannya itu bisa dijaga. Nah, itulah yang dilakukan oleh pemerintah, dengan mencari tahu di mana ada WNI yang tertular, dan membuat klaster serta tracking, itu untuk mengisolasi agar penyebarannya tidak terlalu besar,” jelas Menteri Kominfo memaparkan upaya Pemerintah dalam penanganan Virus Corona di Jakarta.

Terkait hal ini Menteri Johnny, Mengatakan Pemerintah tentunya berharap penanganan pencegahan Covid-19 harus dilakukan secara sungguh-sungguh bersama dengan masyarakat.

“Hal ini Hanya bisa sukses apabila rakyat mengambil perannya juga dengat tepat, yaitu menjaga dirinya, keluarganya, lingkungannya dari potensi persebarannya,” ucap Johnny.

Politisi Partai Nasdem itu juga merespons baik adanya kritik dan masukan dari masyarakat. Artinya, berbagai kritik dijadikan sebagai koreksi dengan satu tujuan yang sama, yakni mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak banyak rakyat yang tertular.

“Itu tujuannya, karena konsen kita bukan cari siapa salah sekarang, kita temukan pun siapa salah kalau tidak bermanfaat pada pencegahan perluasan penyebarannya, tidak bermanfaat juga. Jadi yang kita butuhkan sekarang justru menjawab panggilan ibu pertiwi.

Johnny Imbau untuk bersama-sama mencegah perluasannya, yang lebih kontributif bentuknya, bukan saling menyalahkan dan saling mentransmisikan kepada rakyat kita agar jelas apa yang dilakukan oleh pemerintah, makanya ada protokoler,” tegas Menteri Kominfo.

Johnny berharap, narasi tunggal menjadi salah satu upaya lain untuk mencegah semakin banyaknya penyebaran Covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, narasi tunggal secara hierarkis berada pada pemerintah pusat dan pemerintah daerah.  “Secara hirarki ke bawah pemerintah daerah provinsi, maupun kabupaten dan kota untuk mentransmisikan narasi yang sama,” imbuhnya.

Narasi tunggal di pemerintah pusat, jelas Menkominfo, dibagi menjadi dua yakni penanganan secara medis oleh Kementerian Kesehatan dan nonmedis yang terkonsentrasi di Kantor Staf Presiden melalui juru bicara Covid-19. Sedangkan narasi tunggal di pemerintah daerah dikoordinasikan lewat pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.

“Narasi tunggal ini harapannya untuk dilakukan segenap komponen bangsa, termasuk pemerintah daerah. Jangan membangun narasi baru yang mengakibatkan kebingungan, itulah harapan protokolnya,” papar Menteri Kominfo.

Pemerintah berharap, dinas kesehatan yang tentunya memahami tentang medis dan pencegahan Covid-19, harus sebagai juru bicara pemerintah daerah bertujuan untuk membangun narasi yang sama dengan pemerintah pusat agar masyarakat tidak terjebak hoaks dan disinformasi.

“Inilah peran dari pemerintah daerah, kita harapkan kalau narasi tunggal dari pemerintah pusat ditransmisikan dan langsung sampai ke rakyat, aman. Tapi kalau belum sampai, ada instrumen daerah untuk meneruskan narasi yang sama, jangan sampai di situ bias,” tuturnya.