Pranala.co.id (Limboto) –Pemerintah Kabupten Gorontalo terus mengucurkan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat terdampak Covid-19. Melalui kolaborasi Dinas Sosial dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bantuan tersebut dikucurkan sebagai bantuan tahap ke- 2 pada (20/5/2020) kemarin.

Informasi yang berhasil dirangkum pranala.co.id, beberapa hari pasca penyaluran bantuan, terdapat sebagian masyarakat diantaranya, sempat keluhkan salah satu bantuan, ikan asap yang tidak layak konsumsi (basi), Hal ini langsung ditanggapi Dinsos Kab. Gorontalo.

Untung Taduga, menjelaskan langkah tegas Dinsos,sebagai penyedia anggaran Dinsos tidak akan membayarkan sepeserpun kepada BUMD atau sebagai pihak ke-3, ketika bahan yang disalurkan tidak segera diganti.

Dalam dokumen kontrak spesifikasi yang diajukan kepada pihak ke 3 pada intinya ialah spesifikasi barang yang layak dikonsumsi masyarakat, semisal beras premium, dan ikan segar.

“Terkait dengan ikan tidak segar (basi) tentunya ini diluar dugaan kami, dan ini dinsos sudah berikan peringatan tegas kepada pihak ketiga terkait hal ini untuk segera menyisir kembali penerima yang mendapatkan bantuan tersebut.” Tegasnya.

Sementara itu terpisah, Husain Ui Selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo mengatakan, Penerima bantuan diberikan kepada 150 orang Linmas, sekitar 57 linmas yang komplen terkait bantuan tersebut, hal ini juga langsung di tangani oleh dinas sosial, menginstruksikan pihak ketiga untuk segera mengganti bantuan tersebut.

Husain mengakui, Langkah yang dilakukan kemarin dalam penyaluran bantuan terhitung buru- buru, seharusnya jangka waktu yang harus disiapkan ialah sebulan dalam melayani Keluarga penerima manfaat (KPM), namun hanya dilayani dalam kurun waktu 6 hari, semua serasa tergesa – gesa.

“ Semua tergesa- gesa, sayapun serasa sudah tidak ada waktu untuk bernafas ditambah dengan suasana puasa, sehingga terjadilah kecoloongan, dan itu wajar saja karena percepatan pelayanan, namun saya terus berupaya sampaikan kepada pihak ketiga jika ada kekurangan tolong dibenahi,.” Ungkapnya. Rabu (27/5/2020).

Lanjutnya, sudah ada dua desa di Kab. Gorontalo yang konfirmasi terkait bantuan itu, dan dinsos segera mengganti, kami pun masi menunggu konfirmasi dari penerima lainnya, sehingga data ini jelas mana yang mendapatkan bantuan ikan asap yang tidak layak dikonsumsi.

“tidak semua penerima bantuan diberikan ikan, ada yang diberikan telur sebagai penggantinya, kami tetap berupaya semaksimal mungkin.” Tutupnya.

Anis Pulubuhu selaku Direktur Umum BUMD Kab. Gorontalo, sebagai penyedia barang mengakui ada beberapa ikan asap yang aromanya sudah tidak sedap lagi, sehingganya sebagai penyedia barang dirrinya langsung memasukkan 8 paket ikan kedalam toilet untuk dibuang.

Lebih lanjut Anis mengatakan, sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya meminta kepada Dinsos melalui surat resmi untuk menginfentalisir penerima yang mendapatkan ikan tak layak konsumsi tersebut.

“Ikan ini kita pesan dalam jumlah banyak, sekian persen pun saya tidak bisa pastikan semua pesanan bagus karena berada di dalam kardus, namun sebelum project ini dimulai, saya sampaikan ke kadinsos melalui surat pernyataan, jika ditemukan barang tidak sesuai spek dan tidak layak saya siap mengganti, karena ini menjadi tanggung jawab BUMD.” Terangnya.

Dirinya pun mengakui dalam pengadaan barang BUMD memang kekurangan personil untuk mengurusi hal tersebut.

“Saya akui kesalahan ini, karena memang saya meminta kepada penjual ikan asap untuk mengemas ikan ini dengan baik, nah ikan tersebut dikemas didalam tas pelastik dan dimasukkan kedalam kardus dengan tertutup rapat, ikan ini memang tidak bisa tertutup rapat didalam kardus tanpa udara, saya hanya instruksikan dikemas baik, ketika di kemas tanpa udara maka mikrobanya cepat berjalan, inilah yang membuat basi, saya akui hal ini karena penjual mengindahkan arahan saya untuk dipacking bagus sehingga tidak basi, namun ternyata ada sedikit kesalahan dalam packingan tersebut.” Jelasnya.

Sebagai penyedia tentu BUMD sangat merespon keluhan penerima dan segera menginstruksikan kepada team untuk mengganti semua ikan yang rusak dengan telur untuk mengantisipasi resiko lagi.

“Apapun itu jika ada yang tidak layak atau rusak saya siap menggantinya.” Tandasnya.