Pranala.co.id – Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) beberapa hari kemarin di keluhkan para Pengelola E – Warong yang ada di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo, diketahui saat di terima, terdapat sebagian masyarakat diantaranya, sempat keluhkan bantuan yang disalurkan, hal itu dikarenakan adanya telur yang tidak layak dikonsumsi (Basi) yang di pasok melalui Suplier milik Cv. Rahmat Jaya, Hal ini langsung ditanggapi oleh Juru Bicara Pemerintah Daerah kabupaten Gorontalo.

Haris Suparto Tome selaku Jubir Pemda Kabupaten Gorontalo mengatakan, Sambil menunggu Pedum Bansos Sembako 2021  telah disepakati pada rapat Tim Koordinasi, Bahwa dimana, E-Warong dapat bekerja sama dengan pamasok  atau suplier sehingga tidak terjadi namnya miskomunikasi dilapangan, dan segala sesuatu bisa saling dikoordinasikan apakah terdapat bantuan yang tak layak dikonsumsi. mengingat penyaluran bantuan ini sangat penting sehingganya harus terjalin sinergitas untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan, berupa keluhan – keluhan penerima manfaat di lapangan.

“pada rapat tim Koordinasi menyapakati beberapa hal  yang harus diperhatikan E-Warong diantaranya, koordinasi serta kerja sama yang harus terbangun bersama suplier dengan ketentuan ; Memperhatikan kualitas barang, Harga sesuai harga pasar, Ketepatan waktu, Tepat sasaran dan Tepat administrasi. ” Tegas Jubir.

Lanjut Kata Haris Suparto Tome, Bagi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) pada saat menggesek kartunya, harus menerima sstruk pembelian atau Nota E- Warong, dan disaat belanja harus mengecek barang yang di terima sudah sesuai atau tidak, karena Tujuan Bantuan Sosial berupa sembako ini salah satunya ialah untuk mengatasi stunting.

” Jadi untuk menanggapi persoalan adanya bantuan yang tidak layak dikonsumsi, maka saya kira tidak terjalin komunikasi serta koordinasi bersama suplier, seharusnya E- Warong harus saling koordinasi bersama pemasok agar hal – hal yang tidak diinginkan bisa teratasi, serta KPM juga senang menerima bantuan yang disalurkan. ” Tandas Jubir Pemda Kab. Gorontalo.

 

%d blogger menyukai ini: