Pranala.co.id (Limboto) – Viralnya Poster Bupati Gorontalo yang bertuliskan STOP SEBARKAN HOAX COVID- 19, kini postingan tersebut  tengah ramai di bicarakan di beberapa  sosial media seperti, Group WatsApp, Facebook bahkan Instagram, hal itu pun menuai tanggapan dari salah satu Ketua Organisasi Studi Pancasila Konstitusi (SPASI) Fakultas Hukum, Universitas Ichsan Gorontalo.

Selaku Ketua SPASI Fanly, mengatakan maksud dan tujuan Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tak lain ialah untuk meminimalisir kecemasan masyarakat terhadap wabah Covid-19, Namun oleh sebagian orang justru dijadikan sebagai serangan negatif balik untuk mendiskreditkan bupati Gorontalo serta justru disalah artikan narasinya oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Mirisnya ditengah tengah musibah yang menimpa dunia saat ini, virus sentimen politik lebih besar arusnya seakan menyaingi virus Covid 19 yang kini sedang merebak. “ bebernya. Senin (16/3/2020)

Lebih lanjut Fanly mengatakan, Pesan yang seyogyanya melindungi ketakutan warga yang berlebihan serta menekan kecemasan dan kepanikan warga Provinsi Gorontalo tersebut dari isu Corona, Justru oleh sekelompok Orang malah dijadikan Memey sebagai pemberitahuan yang bernada negatif, Karena dalam postingan pesan yang memuat Foto Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo tersebut menyatakan, Seolah olah Bencana dan isu Virus tersebut ini hanyalah Hoax, Padahal Bukan itu makna sebenarnya yang terkandung dalam postingan tersebut.

Fanly pun menilai, melalui Dinas Kominfo tentunya Bupati Gorontalo Gorontalo Nelson PomaLingo, mengajak seluruh Lapisan Masyarakat agar supaya tidak terlalu Panik dan ketakutan yang amat sangat dengan Merebaknya Isu Covid 19 ini, Tapi tetap selalu Waspada dan tidak menganggap remeh  dengan isu tersebut, Karena musibah ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Pesan Pemkab ini pun mengajak kita untuk mengambil hikmah penting dalam ujian virus Corona ini. Artinya dengan adanya ujian dari Allah SWT ini hendaknya dijadikan momentum untuk lebih menjalin persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI demi memikirkan upaya  pencegahan serta menanggulangi serangan virus ini.terpenting sama-sama kita jawab panggilan Ibu Pertiwi” Tutur Fanly.

Seharusnya dengan mayoritas suasana kebatinan warga yang kini sedang panik dalam menghadapi Maslah Virus Corona, semuanya menjadi Agent untuk menyejukkan suasana tersebut. Bukan malah menjadikan Musibah Virus Covid 19 ini sebagai komoditas politik dalam rangka menyerang para lawan – lawan politiknya.

“ Ini adalah ujian kita bersama, olehnya marilah sama sama untuk saling mencegah serta menanggulangi Wabah ini tanpa mencampur adukannya dengan hal-hal lain terlebih masalah politik menjelang Pilkada serentak 2020 nanti.” Tandas Fanly