Pranala.co.id – Pemerintah Daerah Kebupaten Gorontalo Rapat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro untuk 14 desa yang ada di Kabupaten Gorontalo di mulai pada 1 juni 2021 hingga berakhir pada 14 juni 2021 mendatang.

Hal ini di sampaikan Bupati Kab. Gorontalo Nelson Pomalingo usai mengikuti rapat bersama di kantor bupati tepatnya di ruang Madani, Senin, (31/5/2021).

Bupati Kab. Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, PPKM ini akan di berlakukan mulai dengan 1 juni 2021.

“Hari ini Regulasinya kita siapkan, koordinasinya kita siapkan bersama Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Gorontalo, insya allah dua hari ke depan kita mantapkan,” ungkap Bupati Kab. Gorontalo Nelson Pomalingo.

Lanjutnya, Insya allah pihak Pemerintah Daerah hari Rabu nanti bakal rapat bersama Forkopimda Kab. Gorontalo dan untuk minggu depan bakal di monitoring evaluasi sampai ke tingkat bawah.

” PPKM ini beda dengan PSBB tahun lalu kalau PSBB kan skala Kabupaten Kota, PPKM hanya skala desa dan kelurahan,” ujarnya.

Nelson Pomalingo juga menjelaskan, pemberlakuan PPKM ini hanya pembatasan di desa serta kelurahan yang terindikasi zona kuning atau yang punya kasus Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Romi Shampir mengatakan, 14 Desa tersebut akan menjadi sasaran untuk melakukan PPKM mikro maka kepala desa harus membentuk Satuan Tugas Covid 19 dengan diketuai kepala desa itu sendiri.

“Kepala Desa itu membentuk Satgas covid di desa dengan ketua nya kepala desa itu sendiri, dan untuk memantau pelaksanaan PPKM di desa itu adalah tugas dari satgas covid kecamatan, di samping pemantauan dari covid kabupaten,” katanya.

Lanjutnya, untuk Kabupaten Gorontalo zona kuning akan diterapkan, selain membentuk satgas di desa, juga harus melakukan pencegahan dan pengamanan covid yang ada di desa, dan juga mengawasi PPKM di desa yang di antaranya.

“Pembatasan kegiatannya yaitu, Pemberlakuan kegiatan tatap muka harus dilakukan bertahap, OPD yang ada di wilayah kecamatan berzona kuning harus 50 persen bekerja dari rumah jadi tidak boleh masuk langsung 100 persen, dan begitu juga untuk 9 kegiatan yang lain, dan juga waktu aktivitas dibatasi sampai pukul 21.00,” jelasnya.

Kadikes Kab. Gorontalo Romi Shampir menambahkan, sedangkan untuk kegiatan yang menyangkut dengan kebutuhan pokok dan logistik masyarakat bisa dibuka 100 persen dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

“Untuk kebutuhan yang esensial yang menyiapkan logistik, pelayanan kesehatan, atau yang berhubungan dengan pasar itu dibuka 100 persen, tetapi juga memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan ada juga waktu yang harus diperhatikan oleh masyarakat di dalam pemberlakuannya,” tutupnya.

Pewarta : Agung Nugraha

Editor : Mira

%d blogger menyukai ini: