Pranala.co.id (Kota Gorontalo) – Bukti kisah cinta oleh kedua pasangan yang sudah lanjut usia ini, tak menyulut semangat mereka untuk bertahan ditengah hiruk pikuk kemajuan zaman. Opa Rahman (63) tahun, Oma Kartina Hasim (52) tahun, yang akrab disapa Tante Tin memutuskan bersama untuk berjualan nasi kuning kurang lebih sebelas tahun.

Tinggal di gubuk kecil dan bersebelahan dengan muara sungai, kerap menjadi langganan musim banjir disaat hujan melanda daerah kota. Anehnya, puluhan tahun berjualan nasi kuning dan menetap ditempat itu, tak pernah gentar sedikitpun niat mereka untuk pindah lokasi.

Meski begitu, Opa Rahman ternyata terkenal di daerah Kota Gorontalo, sehingga dalam kondisi apapun sepasang kekasih ini tak ingin beranjak dari rumah yang telah lama mereka tempati meskipun dilanda bencana.

“Macam tadi to, dia jauh-jauh dari arah pelabuhan ferry kamari cuma for makan nasi kuning. Orang kadang jaga heran juga dengan resep li torang, padahal tida ada sama skali doa-doa apa bagitu untuk torang pe masakan. Ini saja torang ba masak, asik juga masih pake kayu, bagitu juga kalapa torang parut sandiri, rica torang pilih mana yang bagus, dan setiap hari torang menghabiskan 12 liter beras. Alhamdulillah dari jam 3 pagi sampe jam 6 abis dirumah sini, dan ada juga stok untuk dorang kejaksaan yang ke arah bone bolango sana, baru untuk harga 1 porsi nasi kuning cuma 3000 Rupiah,” Ujar, Opa Rahman.

Berikut link google maps apabila anda ingin mencoba nasi kuning Oma atau Tante Tin ; https://goo.gl/maps/ySD7puMSxa45kW2K6