Pranala.co.id (Pohuwato) – Musyawarah Daerah DPD II Partai Golkar ke-IV, terdapat 3 Kandidiat yang mengundurkan diri dalam pertarungan tersebut.

Menariknya 3 diantaranya ialah, Iwan Adam, Rizal Pasuma dan Beni Nento. Ketiganya secara legow mengundurkan diri dan mempercayakan sepenuhnya kepada Nasir Giasi sebagai Nahkoda baru  partai yang berlambangkan pohon beringin itu.

Terpilih secara aklamasi, Nasir Giasi kini menjadi sang penerus tahta kepemimpinan Syarif Mbuinga, Rabu (22/7).

Usai terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Pohuwato, Nasri Giasi mengatakan, pihaknya akan melakukan konsolidasi hingga ketingkat Desa dalam merampungkan struktur kepengurusan Partai Golkar Pohuwato Periode 2020-2025.

“Kami diberikan kesempatan tiga bulan untuk menuntaskan penyusuanan kepengurusan,” ucapnya.

Nasir meyakini dengan konsolidasi, tentu akan melahirkan struktur pengurus yang berkualitas dalam menjalankan organisasi partai politik.

“penyusunan struktur kepengurusan baru, tentunya saya mohon ke DPD I Provinsi Gorontalo untuk tidak terburu-buru,” kata Nasir.

Sebagai Nahkoda Baru, Nasir juga mengemukakan, Dirinya akan tetap komitmen dalam garis komando Partai Golkar dalam hal pemenangan Pilkada yang sudah di depan mata.

“DPP telah memberikan kepercayaan kepada Iwan Adam selaku penerima surat mandate tugas untuk berkonsolidasi pada Pilkada nanti sebagai Calon Bupati, tentu menjadi kewajiban kita untuk memenangkannya, dan inilah rekomendasi DPP kepada Iwan Adam selaku kader Golkar.” tegasnya.

Disisi lain, Dirinya menyatakan, Ketika kader Golkar tidak mematuhi perintah DPP, maka harus siap menerima sanksi.

“Golkar itu, partai yang taat asas dan aturan, bila tidak memetahui perintah Partai, dan tidak mendukung apa yang direkomendasikan, maka siap -siap menerima sanksi.” ujar Mantan Presiden Mahasiswa.

Nasir Giasi mengungkapkan, dipercayakan mengemban amanah dalam menahkodai partai golkar kabupaten pohuwato, dirinya telah lama membangun hubungan emosional dengan pengurus level ditingkatan bawah yakni, tingkat kecamatan.

“Kepercayaan ini, kami bangun sejak awal, dan tidak nanti menjelang Musda, Makanya mereka mempercayakan kepada saya untuk mempimpin Partai Golkar” tuturnya.

“Agenda Partai Golkar setelah membentuk kepengurusan, juga mengkonsolidasikan,  Syarif Mbuinga sebagai calon Gubernur dimasa yang akan datang, dan Iwan Adam sebagai Calon Bupati yang telah mendapat rekomendasi dari DPP,” tandasnya.