Pranala.co.id- Limboto-, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, petugas diperbatasan adalah orang paling terdepan, mereka selalu digarda terdepan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Pasalnya, sirkulasi manusia ketika melewati perbatasan merekalah yang pertama mengetahui identitas kesehatan mereka. Ia pun mengakui, setelah mengunjungi perbatasan di penyebrangan pelabuhan veri dan perbatasan wilayah bonebol dengan bolsel, protokol kesehatan benar-benar dijalankan dengan baik.

” Saya mengapresiasi kerja mereka karena pemberlakuan protokol kesehatan di perbtasan dijalankan dengan baik dan sangat ketat,” Kata Nelson, ketika disambangi usai meninjau perbatasan penyebrangan pelabuhan veri dan perbatasan bonebolango, sabtu (18/04/2020).

Untuk itu, ia pun berharap semua elemen yang bertugas di perbatasan terus menjaga konsistensinya dalam melakukan pengawasan dengan menjalankan protokol kesehatan dengan baik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kunjungan Bupati Nelson yang juga ketua gugus percepatan penanganan covid 19 turut didampingi anggota dan pengurus Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Gorontalo. Diantaranya, Kejari Kabupaten Gorontalo, Dr. Supriyanto, Sekda Ir. Hadijah U Tayeb, Jubir Gugus Tugas Roni Sampir, Kepala BPBD Dr. Sumanti Maku,Direktur RSUD Limboto Dr. Irawan dan sejumlah pimpinan OPD Terkait.

“Peninjauan, pemantauan dan pengawasan pintu masuk ke Gorontalo kita mulai dari Pelabuhan Feri Kota Gorontalo dan perbatasan Kabupaten Bone Bolango dengan Kabupaten Bolaangmongondow, Selatan,” kata Nelson Lagi.

Nelson menilai untuk Pelabuhan Feri, prosedur dan pendataan yang dilakukan saat penumpang datang dan pergi sudah dijalankan dengan baik.”Kita melihat prosedurnya baik dan pendataanya bagus dan kita berbangga karena mereka berterima kasih karena menempatkan petugas di sana,” ucap Nelson.

Ia menjelaskan bahwa dari prosedur yang dijalankan, terlihatlah data dari orang masuk ke Kabupaten Gorontalo.”Itu lebih penting, sehingga kami punya data harian ada warga masuk Ke desa mana saja, alamatnya di mana sehingga puskesmas dan Kepala Desa itu benar benar memantau,” jelasnya.

Nelson mengatakan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo pun menempatkan petugas di perbatasan daerah untuk memantau siapa saja yang datang yang pergi, dimana rata-rata ada 600 orang yang melintas setiap harinya.

“Kita melihat secara langsung mereka menjaga dengan baik, oleh karena itu kita membantu dari sisi sumber daya manusia dalam rangka pendataan, sehingga sekali lagi kita ingin orang masuk ini kita data dan pantau,” kata dia, lagi.

Ia mengaku bukan hanya di dua tempat itu saja yang dipantau, perbatasan Kabupaten Pohuwato, Atinggola dan Tolinggula Kabupaten Gorontalo Utara juga akan dilakukan pengawasan dan pemantauan.