Pranala.co.id – Sejak berdiri tahun 2012 silam, Yayasan Taman Cendekia (YTC) Gorontalo, terus berkiprah bagi pengembangan Sumber Daya Manusia Gorontalo.

Yayasan yang didirikan Prof. Nelson Pomalingo ini tidak hanya merintis berdirinya institusi pendidikan formal tapi juga melirik dan mengembangkan sektor pendidikan non formal.

Hal itu merupakan bagian dari tekad dan semangat Bupati Gorontalo ini, untuk memberikan penguatan terhadap peningkatan SDM Gorontalo.

Jika tahun 2012, YTC telah mengembangkan pendidikan PAUD dan Pendidikan Kesetaraan melalui PKBM, maka sejak tahun 2019, YTC mendirikan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dan SMA Olahraga, 2 institusi pendidikan pertama dan satu-satunya di Provinsi Gorontalo.

Tidak hanya itu saja, saat ini YTC tengah menunggu izin operasional berdirinya Institut Pertanian Gorontalo, yakni lembaga pendidikan tinggi yang bertujuan untuk melahirkan SDM Pertanian yang unggul dan berdaya saing di Gorontalo.

Tidak berhenti sampai disitu saja, YTC juga melirik dan menunjukkan keberpihakannya terhadap pengembangan pendidikan tenaga kerja di sektor non formal yang berbasis kompetensi.

Seperti pelatihan keterampilan bagi tenaga asisten rumah tangga, baby sitter, pengasuh lansia, pramusaji dan pramuniaga.

Upaya YTC untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor informal ini, menurut Ketua Yayasan, Fory Armin Naway merupakan sebuah keniscayaan, karena sebagian tenaga kerja di Gorontalo lulusan SD dan SMP yang harus diselami dengan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi agar mereka menjadi tenaga-tenaga yang profesional di bidangnya.

Lagi pula, Ketua PGRI Kab. Gorontalo berpendapat, dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat, terutama kelas menengah, maka kebutuhan tenaga kerja pembantu rumah tangga, pengasuh lansia dan baby sitter untuk saat ini dan ke depan makin meningkat.

Demikian pula dengan semakin tumbuhnya restoran, rumah makan, super market dan pusat-pusat perbelanjaan di Gorontalo, maka kebutuhan tenaga kerja di bidang ini juga semakin meningkat.

Masih menurut Bunda Fory yang juga Dosen di UNG ini, mereka tidak hanya sekadar bekerja, tapi para user, customer dan masyarakat pada umumnya membutuhkan profesionalisme dan kompetensi yang mumpuni.

Dengan begitu, menurut Ketua TP-PKK Kab. Gorontalo ini, YTC sejak awal mengemban dua dimensi pengembangan SDM, yakni SDM yang terdidik, unggul dan berdaya saing.

Namun di satu sisi, juga meningkatkan profesionalisme dan kompetensi bagi mereka yang secara formal hanya lulusan SD dan SMP maupun SMA, tetapi tetap mereka terampil dan bisa diandalkan sehingga bisa berkarir dan memiliki sumber penghasilan.

Untuk itu pihak Yayasan, mulai Juli 2021 ini membuka kesempatan bagi siapapun untuk dididik dan dilatih menjadi asisten rumah tangga, baby sitter, pengasuh lansia, pramusaji dan pramuniaga yang terampil dan profesional. Para peserta pelatihan selama 6 hari diasramakan dan mendapatkan sertifikat.

“Pihak yayasan juga menyediakan bursa kerja yang memungkinkan bagi peserta pelatihan langsung disalurkan atau ditempatkan sesuai bidangnya masing-masing,” kata Fory Naway.

Untuk informasi dan selengkapnya dapat menghubungi Oni Suhardiman, HP : 081342626165. Demikian juga bagi masyarakat dan pihak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja trampil dan profesional dapat menghubungi pihak Yayasan di nomor yang sama.

%d blogger menyukai ini: