Pranala.co.id – Yayasan Darul Mustofa Gorontalo gelar Halal Bihalal serta peletakan batu pertama lokasi pembangunan taman pendidikan  ilmu Al-Quran (TPIQ), bertempat  di Desa Tinelo Kecamatan Tilango, Kabpaten Gorontalo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Tokoh adat, kepala desa tinelo, kepala desa lawonu, peserta didik TPIQ , Polres Gorontalo, majelis taklim Desa Lawonu dan Tinelo, serta Bupati Gorontalo beserta jajarannya.

Ramsi Djou selaku Pengurus Yayasan Darul Mustofa mengatakan, yayasan ini telah berdiri sejak tahun 2020 yang aktivitasnya akhir-akhir ini membantu anak – anak generasi muda agar bisa menjadi penghafal Al-Quran, namun dalam melangsungkan pengajian serta aktivitas keagamaan, majelis serta TPQ selama ini masih menumpang di mesjid Al-Buqarak serta dirumah-rumah para masyarakat.

“lokasi pengajian pun sampai hari ini masih menumpang dirumah para majelis, sehingganya kami memohon bantuan Pemerintah agar dapat membantu berdirinya yayasan ini guna melahirkan generasi penghafal Qur’an di Kabupaten Gorontalo dan Insya allah mereka ini akan berguna untuk masyarakat maupun bangsa dan Negara.” Tukasnya.

Lanjut Ketua yayasan Darul Mustofa, Dalam peletakkan batu pertama pembangunan Yayasan, diharapkan dapat langsungkan oleh Bupati Gronatalo, hal ini sebagai instrument dalam mengobati kerinduan masyarakat kepada Prof Nelson Pomalingo sebagai khalifah Kabupaten Gorontalo.

Mendengar kerinduan masyarakat yang diutarakan Ketua Yayasan Darul Mustofa melalui sambutannya, Nelson pomalingo mengatakan Dirinya juga tidak mau nanti mau mencalonkan diri menjadi Bupati baru datang ditengah masyarakat, sesibuk apapun ia akan berusaha hadir dalam menyapa masyarakat.

Sambutan Bupati Gorontalo, Prof Nelson Pomalingo

Nelson mengatakan Halal Bihalal salah satu kegiatan yang baik dan bersifat positif bagi kita sekalian menjelang bulan suci Ramadhan, dimana kita saling memaafkan, oleh karena itu saya selalu berusaha untuk hadir disetiap halal bihalal karena ada nuansa yang indah didalamnya.

“ Melalui halal bihalal ini,  hal – hal yang mengganjal dalam diri kita harus semua dilepaskan sebelum tibanya bulan puasa, kalau masi saling dendam antar sesama maka apa gunanya puasa tersebut, sehingganya saya senang dengan kegiatan – kegiatan seperti ini karena kita dapat saling memaafkan antar sesama. Atas nama pribadi, dan sebagai Bupati saya memohon maaf sedalam – dalamnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo, karena mungkin ada hal – hal yang kurang selama 5 tahun kemarin termasuk saat menjelang pilkada ataupun setelah pilkada dan lain sebagainya, serta saya pun sudah memaafkan kepada kita sekalian.” Tuturnya.

Terkait dengan Peletakkan Batu pertama pembangunan Yayasan Darul Mustofa Nelson mengatakan hal ini sangat penting, jikalau setiap Desa yang berada di Kabupaten Gorontalo punya yayasan, atau benteng seperti ini maka hal ini sesuatu yang luar biasa.

Menurut Nelson Generasi muda harus dijaga dengan baik karena mereka adalah masa depan Daerah dan bangsa, maka apa yang dilakukan Yayasan Darul Mustofa ini sesuatu yang patut menjadi contoh oleh karena itu semangat ini terus kita dorong.

“saya memohon kepada Pak Camat untuk dapat diusulkan kepada saya, karena ini adalah satu yayasan yang baru tahun yang lalu mulai tetapi luar biasa gerakannya. Melalui peletakkan batu pertama dan saya yang diminta untuk melangsungkannya maka saya memberikan spirit secara pribadi menghibahkan 50 bantal semen, tetapi juga harus diberikan pengajuan sehingga secara Pemerintah jga bisa memberikan.” Terang Bupati 2 Periode itu.

Nelson yang juga selaku Ketua Dewan Mesjid Indonesia itu mengatakan Dirinya berharap kedepan yayasan ini terus dikembangkan, karena sesuatu yang dibangun melalui niat yang baik maka yakin dan percaya akan cepat selesai yang penting ada komitmen. Benteng ini kita jaga bersama melalui hafalan Qur’an dan para Majelis.

Nelson juga berharap kegiatan keagamaan di Desa Tinelo dan Lawonu bisa berjalan dengan baik bahkan se-Kecamatan Tilango. “saya sangat apresiasi yayasan ini, karena yayasan ini menjadi benteng kita, bahkan saya bermimpi kalau bisa setiap desa minimal ada satu, bilaperlu permesjid bisa ada yayasannya. Kita berharap seluruh masyarakat termasuk kepala desa untuk bisa mendorong yayasan ini, saya pun berharap anak – anak ikut kegiatan ini.” Tuturnya.

Bupati Gorontalo bersama para santri dan pengurus yayasan Darul Mustofa

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala DesaTinelo menambahkan, terkait pembangunan yayasan Darul Mustofa tersebut renacananya akan dibangun 2 lantai, makanya masyarakat beserta pengurus yayasan berharap kepada Bupati Gorontalo untuk dapat meletakan batu pertama sebelum pembangunan supaya ada moment atau sejarah berdirinya yayasan tersebut dihadiri langsung Kepala Daerah Kabupaten Gorontalo.

“Kegiatan – kegiatan di yayasan ini bisa dibilang sudah berjalan dengan baik dan tersistematis, salah satuya setiap 3 bulan sekali dilangsungkan tamatan Al-Quranjadi memang bukan hanya sekedar seremonial yang dilakukan sejauh ini, tetapi yayasan ini terus melahirkan generasi penghafal Al-Quran,

Yayasan ini juga dibangun bertujuan untuk pencegahan dari bonus demografi Hadirnya darul mustofa tentu, ketika mereka sudah dibekali dengan agama maka mereka bisa membentengi diri dengan akidah ketika memsuki 2025 mendatang dan tidak terkontamidasi dengan hal – hal yang negative makanya darul mustofa menjadi wadah untuk pembekalan akidah.

“Progres kedepan jika telah selesai pembangunan ini, maka Darul mustofa berkeinginan untuk diseluruh desa ada yayasan seperti ini yang di prakarsai oleh darul mustofa, kami juga berharap Pemerintah derah bisa melihat langsung dengan kondisi ini dan bisa mebantu yayasan ini dalam hal untuk mengembangkan yayasan mereka sehingga aka nada juga pengembangan baru untuk darul mustofa ditempat lainnya.” Jelas Kades Tinelo.

Kades juga mengimbau kepada masyarakat agar anak – anaknya dapat diikutkan dalam kegiatan – kegiatan yang dilangsungkan yayasan ini sehingga bisa membendung generasi ke hal – hal yang negative.

%d blogger menyukai ini: