Pranala.co.id – Pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Gorontalo di Desa Huidu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo Ke Tambahan Dua Tersangka Kasus Korupsi

Dua orang tersangka tersebut berinisial ANM mantan Kepala Dinas (Kadis) PU Kabupaten Gorontalo, dan berinisial MBS, selaku pengawas lapangan pembangunan gedung DPRD Kabupaten Gorontalo.

Keduanya saat ini telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Limboto di Lapas Kelas II Kota Gorontalo, terhitung sejak hari ini, Senin 25 Januari hingga 13 Februari 2021 nanti (20 Hari).

“Hari ini kami Kejari Kabupaten Gorontalo menerima tahap 2 dari Kejati Gorontalo terkait tindak pidana korupsi gedung DPRD Kabupaten Gorontalo tahun 2008. Kejati Gorontalo melimpahkan 2 orang terdakwa,” ungkap Kasie Pidsus Kejari Limboto, Bambang Nurdiantoro, di Kantor Kejari Limboto, Senin (25/01/2021).

Foto : Kasie Pidsus Kejar Limboto (Bambang Nurdiantoro)

Kasie Pidsus Kejari Limboto, Bambang Nurdiantoro Menambahkan, Dua terdakwa yang berinisial, ANM selaku pengguna anggaran dan MBS selaku pengawas lapangan. Mereka berdua dilakukan penahanan sejak hari ini sampai 13 Februari, di lapas kelas II Kota Gorontalo.

Kasie Pidsus Kejari Limboto Bambang Nurdiantoro mengatakan, pihaknya akan melimpahkan berkas perkara tindak pidana koruspi (tipikor) keduanya ke pengadilan Kabupaten Gorontalo pada pekan ini.

“Pasal yang disangkakan adalah pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU Tipikor dan subsider pasal 3 junto pasal 18 UU nomor 31 tentang tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Lanjut kata Bambang, penanganan kasus tipikor dalam pembangunan gedung DPRD Kabupaten Gorontalo yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp.1,3 miliar ini telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, Kejari Limboto juga telah menetapkan dua orang tersangka yang berinisial AM dan berinisial JH Keduanya kini telah mengikuti persidangan di Pengadilan (Tipikor) Kota Gorontalo.

Pewarta : Agung Nugraha