Pranala.co.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo resmi berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Launching yang dilakukan langsung Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo tersebut dilaksanakan di Pakaya Tower Limboto, Senin (4/5/2020), yang didahului dengan penandatanganan komitmen dukungan pelaksanaan PSBB oleh Takmirul masjid, Lembaga Adat, Guru, Organda, abang bentor, serta pengelola pasar yang dinilai mepresentasikan elemen masyarakat.

Foto: ist

Bupati pada kesempatan tersebut mengatakan PSBB ini pada dasarnya sudah dilakukan, namun penerapan yang sebenar-benarnya baru akan dilakukan saat ini secara masif baik dari tingkat kabupaten, kecamatan maupun tingkat desa.

“Kita menghendaki daerah ini benar-benar hijau sampai ke nol, kuncinya kita melaksanakan PSBB dengan baik dan tentunya partisipasi seluruh masyarakat dibutuhkan. Satuan tugas yang telah dibentuk akan diperkuat baik tingkat kabupaten, tingkat kecamatan hingga tingkat desa”ungkap Bupati Nelson.

Bupati mengatakan, pihaknya selama tiga hari kedepan juga akan melakukan sosialisasi Penerapan PSBB secara masif sampai ke tingkat bawah.

“Ini akan kita sosialisasilan secara masif sampai ke tingkat paling bawah. Berbagai cara kita lakukan, baik lewat abang bentor, media sosial, media elektronik, serta posko-posko yang ada dikecamatan sampai yang di tingkat desa. Sehingga kalau ini dilakukan secara baik, maka program PSBB ini bisa berjalan dengan baik.”jelasnya.

Dirinya menambahkan dalam soaialisasi tersebut nantinya akan dijelaskan yang harus dilaksanakan oleh masyarakat dalam masa penerapan PSBB. Karena itu, mendukung masyarakat sangat penting.

“Pelaksanaan PSBB ini mulai hari ini hingga tanggal 18 mei 2020 atau sekitar 2 minggu kedepan. Artinya kita bersabar, kita benar-benar disiplin, dukungan masyarakat sangat penting, kita semua tetap stay dirumah, kita semua mematuhi peraturan maka inayaAllah Covid 19 itu akan benar Nol di Gorontalo, “tandasnya.

Selain Bupati, hadir pada kegiatan tersebut, Forkopimda, Kepala Kementerian Agama, Pimpinan OPD, sejumlah camat, serta tenaga medis dan para relawan.