Pranala.co.id (Opini) – “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.” – Tan Malaka

Berangkat dari perkataan Tan Malaka yang saya kutip diatas, pesan yang ingin saya sampaikan kepada rekan-rekan pemuda yang ada di daerah saat ini adalah tetaplah menjadi kritis atau idealis dimana pun kita berada berada. Saya, kalian atau kita semua sebagai pemuda saat ini adalah harapan baru, baik untuk saat ini dan di masa depan nanti.

Lihatlah fakta, bahwa hari ini pendikotomian antara sistem dan rakyat telah terjadi, hal ini didasari oleh perilaku para oknum-oknum yang berada didalam sistem terkesan selalu menyalahgunakan wewenang yang mereka miliki, sementara disatu sisi atau dilain pihak ada rakyat yang terlupakan, mereka yang mendukungnya untuk berada dalam sistem tersebut seakan tidak pernah mendapatkan perhatian yang seharusnya diprioritaskan.

Praktek KKN atau Kolusi, Korupsi dan Nepotisme merupakan perilaku yang sering terjadi di dalam sistem, hal yang menjadi alasan stigmatisasi terhadap sistem semakin memburuk. Mengapa praktek KKN itu tidak diubah menjadi Kerja, Kerja, Nyata bahwa para pelaku-pelaku didalam sistem saat ini.

Nah, untuk mengubah semua itu pemuda perlu ada yang berdiri didalam sistem dan diluar sistem untuk menjadi mitra kritis pemerintah. Memberi sumbangsih pemikiran, terlibat dalam penyusunan kerangka kebijakan, mengingatkan kepada pemerintah untuk selalu mempriotaskan rakyat sebagai objek utama dalam berbangsa dan bernegara.

Pilihan ada ditangan pemuda, menjadi mitra kritis pemerintah tak harus berada didalam sistem, diluar sistem pun sangat penting sebagai alarm bagi pemerintah ketika ada kerja-kerja yang tidak sesuai. Pada intinya pemuda harus tetap objektif dan independen untuk melihat persoalan tanpa sedikit pun bermaksud membenturkan sistem dan rakyat.

Cita-cita untuk menjadi bangsa yang maju harus dimulai dari sekarang, sehingga tiba pada saatnya bonus demografi yang oleh beberapa pakar disebutkan akan jatuh pada tahun 2030 kita sebagai pemuda telah siap.

Kemarin, saya sebagai salah satu pemuda atau mahasiswa Gorontalo yang berada di Jakarta bersilaturahmi dengan beberapa tokoh Gorontalo yang kebetulan juga berada disini. Pertemuan pada tanggal 17 Februari 2021 di salah satu tempat di Jakarta itu saya manfaatkan untuk berdiskusi, bertukar pikiran dan menyuplay gagasan yang saya miliki.

Para tokoh Gorontalo yang saya temui pada saat itu diantaranya adalah Bupati terpilih dan SAH menurut hukum adalah Bapak Saipul Mbuinga untuk periode pertama di Kabupaten Pohuwato dan Bapak Nelson Pomalingo untuk periode kedua di Kabupaten Gorontalo.

Saya sebagai pemuda yang tak jarang menyampaikan gagasan dan aspirasi rakyat melalui megaphone dijalanan terkesan dengan respon kedua tokoh ini, keduanya mau secara terbuka mendengarkan dan memberi nasehat kepada saya sebagai salah satu pemuda dari daerah di Ibu Kota Jakarta.

Ada beberapa pesan yang saya titipkan kepada kedua orang Bupati pilihan rakyat ini, diantaranya adalah untuk tetap memberi perhatian khusus kepada pemuda baik dari segi pendidikan berupa beasiswa bagi yang tidak mampu serta potensi sumber daya alam yang harus dikelola dan diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat daerah serta beberapa hal lain yang kami diskusikan dengan cukup komperehensif tapi tetap dengan suasana kekeluargaan.

Harapan saya selaku pemuda, semoga pemerintah kita tetap mengedepankan Kerja, Kerja, Nyata untuk kepentingan rakyat dan para pemuda yang berada didaerah atau dimana pun berada tetap menjaga posisinya sebagai mitra kritis kepada pemerintah baik yang telah berada didalam sistem ataupun diluar sistem. Sampaikanlah kebenaran walau itu sedikit dan menyakitkan, salam hormat saya kepada pemuda.

 

*) Penulis Rifyan R. Saleh, S.H
Mahasiswa Pasca Sarjana Jayabaya